Kita ketahui bersama kegiatan berbisnis yang dilakukan individu maupun organisasi sangatlah menjadi sebuah bagian yang dianggap cukup penting dalam proses berkehidupan. Hal ini tidak lain karena dengan berbisnis individu maupun organisasi itu akan mencapai apa yang menjadi tujuannya, seperti mencapai profit (laba), sarana mencari nafkah hidup, saran menumbuhkan kepedulian kepada sesama, mencari komunitas, berasosiasi dsb.
Tentunya pula dalam perjalanan bisnis yang dilakoni seseorang mesti pula memperhatikan etika yang tepat, menyesuaikan dengan norma dan aturan yang berlaku. Akan menjadi sebuah kesalahan fatal tentunya ketika etika itu tidak lagi diperhatikan dalam berbisnis, nilai-nilai positif yang semestinya terkandung harus terhempas begitu saja, tanpa adanya keprihatinan dalam memposisikan etika sebagai pedoman dalam berbisnis.
Sikap tegas untuk memegang teguh etika dalam kehidupan berbisnis tidak serta merta hanya dipegang oleh satu atau dua orang, melainkan harus ada kekompakan/kesatuan dalam berprinsip dalam menjunjung etika tersebut. Karena etika yang hanya dipegang kuat oleh satu atau dua orang jika tidak diikuti secara menyeluruh oleh individu-individu lainnya, maka sangat wajar jika nantinya tidak ada keselarasan dalam menerapkan etika tersebut.
Yang mesti untuk kita pahami bahwa berbisnis tidak hanya semata-mata dengan berambisi hanya mencari keuntungan individu atau golongan, namun sebaliknya bisnis mesti pula mampu peka terhadap lingkungan eksternal, baik itu konsumen, masyarakat disekitar tempat bisnis, sampai pada aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Semua hal itu akan tercakup ketika individu atau golongan tersebut dengan penuh kesadaran mampu mementingkan pentingnya sebuah etika dalam berbisnis.
Silahkan berbisnis tapi jangan lupakan etika.
* Septian Prima Rusbariandi
spr_23