Benarkah Dunia Ini Panggung Sandiwara ?

Benarkah Dunia Ini Panggung Sandiwara ?

Bismillahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillah, di pagi hari sebelum matahari muncul dari timur, kembali ingin sedikit aku tuliskan tentang yang tersirat dalam pikiran ini.

Betapa sering sahabat ketika kita melewati cerita demi cerita kehidupan di kolong langit ini menemukan sesuatu hal tiada terduga sebelumnya. Apabila yang tiada terduga itu baik maka serentak di dalam hati ini kita akan merasa bahagia, namun ada kalanya yang tiada terduga itu buruk maka lantas kita pun akan merasa sedih.

Sejatinya jika kita pahami lebih mendalam, apa-apa yang terjadi pada diri kita ini adalah sepatutnya untuk kita serahkan kepada Allah Swt. semata, tentunya setelah kita berikhtiar dan berdoa semampu kita. Karena apa yang sejatinya bagi kita buruk, boleh jadi itu yang terbaik menurut Allah Swt, pun sebaliknya apa yang sejatinya menurut kita baik, boleh jadi itu adalah buruk menurut Allah Swt. Jikalau demikian masih layakkah kita bersedih. Seperti yang tertulis dalam Al-Quran :

“diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
( Al-Baqarah : 216)

Hati kecil kita mungkin bertanya, apakah semua ini sudah ada yang menskenariokan, layaknya sebuah pertunjukkan drama atau semua ini berlaku secara acak tanpa ada yang menskenariokannya. Jawabnya tak lain dan tak bukan adalah bahwa sejatinya segala apa apa yang terjadi pada diri kita, dan yang terjadi dalam dunia sungguh semua itu sudah ada yang mengatur sahabat, ialah ALLAH Swt. Yang Maha Mengatur setiap urusan yang dilangit maupun di bumi.

Seperti kita ambil contoh dari hal yang paling sederhana berkaitan dengan kelahiran kita di dunia ini. Apakah sebelum kita lahir ke dunia ini, kita bisa memilih siapakah yang akan menjadi orang tua kita, apakah kita dengan mudah bisa memilih bahwa ketika kita lahir kita bisa menjadi bagian keturunan seorang bangsawan atau anak keturunan suatu kerajaan, keturunan pengusahawan, keturunan ulama istiqomah, atau keturunan rakyat jelata biasa?

Sungguh itu tidak bisa kita lakukan wahai sahabat, kita tak punya daya untuk memilih saat masih berada di alam sebelum kandungan dengan siapakah, dengan keluarga yang bagaimanakah kita akan hidup. Dan sesuatu yang tidak bisa kita pilih itu kini telah terjadi pada kita, dengan Rahmat-Nya kita terpilih sebagai manusia umat Nabi Muhammad yang lahir ke dunia ini. Alhamdulillah. Kini yang mesti kita lakukan ialah tetap ridha dengan apa yang menjadi kehendak-Nya. Ikhlas terhadap apa berada dalam Pengaturan-Nya.

Kembali ke judul tulisan diatas apakah benar bahwa dunia ini panggung sandiwara ?, dalam pikiran saya sepertinya akan menjadi lebih pas jika kita mengatakannya bahwa dunia ini panggung pertunjukkan hidup. Panggung pertunjukkan hidup yang sebenarnya, pertunjukkan hidup yang penuh keseriusan, BUKAN sandiwara yang dibuat-buat, bukan pula sandiwara yang asal lagi penuh kepura-puraan. Dan dunia ini adalah sebagai wadah atau panggung dari pertunjukkan hidup yang sebenar-benarnya itu. (bukan ajang permainan penuh kepura-puraan) Serta harus kita yakini bahwa dalam sebuah pertunjukkan itu biasanya sudah ada yang mengatur, kita hanya tinggal tampil dengan tampilan yang terbaik sesuai peran yang diberikan.

Oleh karenanya tugas kita ialah yakin bahwa ALLAH Swt. Yang Maha Mengatur, yang menskenariokan kehidupan ini. Terpenting bagi segenap jiwa yang hidup adalah menjalankan masing-masing peranannya sebaik mungkin, atau setidaknya kita terus mencoba untuk ikhtiar mencoba lebih baik atas peranan yang telah kita lakoni sebelum-sebelumnya. Pun tak terkecuali demikian halnya dengan saya sendiri sebagai penulis.

InsyaAllah selama kita ada keinginan dan langkah awal (perbuatan), maka solusi terbaik akan senantiasa ALLAH Swt. berikan kepada kita. Dan rasanya tak perlulah kita berpatokan pada hasil akhir, karena selama kita bertotalitas di setiap hari-hari kita, maka cukuplah selebihnya kita pasrahkan pada ALLAH Swt. Yang Maha Menentukan Lagi Maha Bijaksana, yang Lebih Mengetahui mana yang Terbaik untuk kita.

Aamiin.


Citayam, 14 Februari 2012 di pagi hari menjelang matahari terbit

Septian prima r.

  • sumber gambar : http://www.islamcan.com/wallpapers/flower12.gif

 

silakan tuliskan komentar pada kolom dibawah ini :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s