Perjalanan bertahap guna menyelesaikan penulisan ilmiah kian terasa ketika seorang mahasiswa telah bertemu pada suatu titik kejenuhan, tak terkecuali saya. Perasaan jenuh tersebut mamang bisa saja muncul tanpa kita duga dan tanpa kita rencanakan sebelumnya, biasanya hal seperti itu muncul dikarenakan bahan bakar motivasi sesorang terhadap apa yang digelutinya mulai mengalami penurunan.
Penulisan ilmiah (PI) yang saya lakukan berkisar tentang penerapan/ aplikasi metode EOQ (economic order quantity) terhadap sebuah pabrik yang menyediakan bahan baku sebagai bahan yang dapat diolah/ diproses lebih lanjut pada suatu siklus produksi untuk kemudian diubah menjadi barang jadi. Metode EOQ ini sebenarnya merupakan bagian dari berbagai metode yang terdapat dalam manajemen persediaan atau inventory management, walaupun harus saya akui bahwa Metode EOQ ini dapat dikatakan sebagai metode tertua dalam bidang inventory management.
Membahas dan mencoba menerapkan metode EOQ dalam kehidupan nyata memang terasa agak sulit pada awalnya, yang kemudian jika perasaan sulit tersebut tak kunjung hilang, maka perasaan tersebut dengan sendirinya akan berubah menjadi perasaan jenuh. Tetapi setelah saya coba pahami secara perlahan dibarengi dengan sepercik kepastian, perlahan rasa motivasi yang kian menipis seperti seolah terisi kembali. Dalam artian, ketika ilmu dasar terhadap suatu penelitian yang akan kita lakukan telah mampu untuk kita kuasai, ketika itu pulalah rasa semangat hadir dalam jiwa dan pikiran kita, dan itulah yang saat ini coba saya rasakan.
Mempelajari sebuah bidang yang terbilang langka, yaitu inventory management menjadi keunikan tersendiri karena dari situlah timbul rasa keingintahuan kita terhadap apa yang kita sebut sebagai manajemen persediaan. Nah…, berbicara perihal manajemen persediaan, sekiranya kita perlu juga untuk mengenal apa itu arti atau definisi dari persediaan. Persediaan memiliki definisi sebagai berikut :
Menurut Sofjan Assauri (1998:169), menyatakan bahwa :
“Persediaan adalah suatu aktiva meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha yang normal,atau persediaan barang-barang yang masih dalam pengerjaan atau proses produksi, ataupun persediaan bahan baku yang menunggu penggunaannya dalam suatu proses produksi”. Lanjut membaca →