Benarkah Dunia Ini Panggung Sandiwara ?

Benarkah Dunia Ini Panggung Sandiwara ?

Bismillahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillah, di pagi hari sebelum matahari muncul dari timur, kembali ingin sedikit aku tuliskan tentang yang tersirat dalam pikiran ini.

Betapa sering sahabat ketika kita melewati cerita demi cerita kehidupan di kolong langit ini menemukan sesuatu hal tiada terduga sebelumnya. Apabila yang tiada terduga itu baik maka serentak di dalam hati ini kita akan merasa bahagia, namun ada kalanya yang tiada terduga itu buruk maka lantas kita pun akan merasa sedih.

Sejatinya jika kita pahami lebih mendalam, apa-apa yang terjadi pada diri kita ini adalah sepatutnya untuk kita serahkan kepada Allah Swt. semata, tentunya setelah kita berikhtiar dan berdoa semampu kita. Karena apa yang sejatinya bagi kita buruk, boleh jadi itu yang terbaik menurut Allah Swt, pun sebaliknya apa yang sejatinya menurut kita baik, boleh jadi itu adalah buruk menurut Allah Swt. Jikalau demikian masih layakkah kita bersedih. Seperti yang tertulis dalam Al-Quran : Lanjut membaca

Hati Yang Tenang

Hati Yang Tenang

    Bismillahirrahmaanirrahiim,
Ingin aku tuliskan, sesuatu yang terbenak dalam pikiran ini. Ketika diri ini sedang terduduk dalam sebuah ruangan berukuran +- 3 x 4 m, aku mendengar suara hentakan salam yang begitu lantang di iringi suara pintu depan rumah yang terbuka, aku memang tidak sempat melihatnya, tetapi aku kenal betul siapa pemilik suara salam itu. Ialah adikku yang ke-2, Sultan Shadiq namanya yang baru saja pulang sedari sekolah, sekolah Madrasah Ibtidaiah.

    Masih dalam posisiku yang semula, selang beberapa saat kemudian setelah itu, aku mendengar adikku Sultan kembali mengeluarkan suaranya. Kali ini ku dengar ia melantunkan sebuah syair, syair yang sebelumnya mungkin telah diajarkan di sekolahnya. Serentak aku pun tersenyum kecil sambil coba menghayati pesan apa yang bisa ku petik dari syair itu, dan beginilah bunyi syairnya:

Hidup senang bukan banyak uang..

Hidup senang hati yang tenang..

Hati yang tenang..

Hati yang tenang..

Hati yang tenang !

Imannya Menang..

    Bagaimana kita tidak tersentuh mendengar syair yang sederhana namun penuh makna itu, syair yang mungkin menjadi syair idaman bagi para masyarakat kelas bawah dengan quality iman yang begitu kuat. Memang jumlah uang yang mereka miliki tidaklah seberapa, tapi Lanjut membaca

Betapa Beruntungnya Kami

Pagi hari yang menyuarakan semangat salam

menelusuri manisnya perjuangan hidup

dibalut hangat oleh secercah cahaya matahari

mereka yang telah lebih dulu berkorban penuh keihlasan

menjadi contoh bagi kita sekalian

sebagaimana teladan kami Nabi Muhammad saw

dan betapa sungguh alangkah beruntungnya kami

dengan rahmat-Nya menjadi bagian dari umat Nabi Muhammad saw

Alhamdulillah, Allahumma sholli ‘alaa Sayyidina Muhammad,

wa ‘aalihi washohbihi wasallim.

citayam pagi itu,

30 -01-2012

Rahasia Cap Jari

Ketika Allah SWT menyatakan dalam Al-Qur’an bahawa amat mudah bagiNya untuk membangkitkan manusia selepas kematian, cap jari manusia secara khusus ditekankan:

Apakah manusia mengira bahawa kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-temulangnya?. Bahkan, Sebenarnya Kami berkuasa untuk menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna. (Surah al-Qiyamah, 3-4)

Lanjut membaca

Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki : “Sepuluh Keutamaan orang-orang yang berpuasa”

Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki atau yang akrab dipanggil Abuya ini adalah salah seorang ulama kenamaan dari Timur-Tengah, khususnya di Arab Saudi. Karisma besarnya tidak hanya berhenti di sana tapi sudah masuk ke Asia lebih-lebih di tanah air. Murid-muridnya bertebaran di perbagai penjuru nusantra meramaikan lalu-lintas dakwah dengan ilmu-ilmu yang berkualitas. Di Malang sendiri sederet ulama terkemuka lahir dari tangan dinginnya, di antaranya, Habib Shaleh Al Aydarus, Habib Muhammad bin Idrus Al Haddad, Ustadz Husain Abdullah Abdun, dan masih banyak lagi.

Di musim haji kediaman Abuya ramai dikunjungi oleh para jamaah haji guna bertamu dan mengalap barakah dari beliau. Tak jarang beliau memberi uang dan kitab-kitab sebagai oleh-oleh untuk mereka. Kedekatannya dengan ulama tanah air sendiri merupakan warisan ayahnya Sayyid Alwi bin Abbas Al Maliki yang pada masa hidupnya aktif mengajar para santri dari Indonesia. KH. Hasyim Asyari salah satunya.

Kecerdasan Abuya yang luar biasa menempatkan beliau sebagai ulama top yang banyak dirujuk oleh ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah dari seluruh dunia. Tidak berlebihan kiranya bila beliau dinobatkan sebagai ulama sekaligus Imam Ahlus Sunnah wal Jama`ah abad 21 meski beliau menetap di negara berhaluan konservatif (Wahabi) .

Kedalaman ilmunya memang sudah tidak terbantahkan. Ilmu Hadits dan Sirah (sejarah) adalah dua ilmu yang sangat dikuasai olehnya. Dari tangannya lahir sejumlah karya brilian yang banyak diajarkan, dikutip oleh para dai, khatib dan diteliti oleh para ahli, mulai santri hingga mahasiswa. Karya-karya Abuya yng ditinggalkan sebagai warisan intelektual untuk umat sangat banyak, antara lain Mafâhîm Yajibu an Tushahhah, Abwâbul Faraj, Al Manhalul Latîf, Khasâisul Ummatil Muhammadiyah, Al Qawâid Al Asasiyyah fi Ulûmil Qur`ân, Wahuwa fil Ufuqil A`lâ, Târîkhul Hawâdits an Nabawiyyah, Syarhu Mandzûmatil Waraqât, Qul Hâdzihi Sabilî.

Abuya mendapat perhatian yang besar dari umat Islam karena kejeliannya menangkap beberapa keutamaan-keutamaan umat Nabi Muhamad dibanding umat-umat terdahulu. Usahanya menguak kemuliaan orang-orang yang berpuasa dari umat Muhammad terlihat nyata dalam pembahasan pada salah satu kitabnya yang terkenal, Khasâisul Ummatil Muhammadiyah. Beliau mencoba membuat ringkasan rapi tentang puasa bertitik tolak dari Al Quran dan As Sunnah.

Abuya menorehkan sepuluh keutamaan orang-orang yang berpuasa yang ada pada umat ini.

Pertama, Allah memberikan keistimewaan kepada umat yang berpuasa dengan menyediakan satu pintu khusus di surga yang dinamai Al Rayyan. Pintu surga Al Rayyan ini hanya disediakan bagi umat yang berpuasa. Kata Nabi dalam satu haditsnya, pintu Rayyan hanya diperuntukkan bagi orang-orang berpuasa, bukan untuk lainnya. Bila pintu tersebut sudah dimasuki oleh seluruh rombongan ahli puasa Ramadhan, maka tak ada lagi yang boleh masuk ke dalamnya. (HR. Ahmad dan Bukhari-Muslim)

Kedua, Allah telah mengfungsikan puasa umat Nabi Muhammad saw sebagai benteng yang kokoh dari siksa api neraka sekaligus tirai penghalang dari godaan hawa nafsu. Dalam hal ini Rasul bersabda, “Puasa (Ramadhan) merupakan perisai dan benteng yang kokoh dari siksa api neraka.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi). Rasul menambahkan pula bahwa puasa yang berfungsi sebagai perisai itu layaknya perisai dalam kancah peperangan selama tidak dinodai oleh kedustaan dan pergunjingan. (HR. Ahmad, An Nasa`i, dan Ibnu Majah).

Ketiga, Allah memberikan keistimewaan kepada ahli puasa dengan menjadikan bau mulutnya itu lebih harum dari minyak misik. Sehingga Rasul bertutur demikian, “Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih semerbak di sisi Allah dari bau minyak misik.”

Keempat, Allah memberikan dua kebahagiaan bagi ahli puasa yaitu bahagia saat berbuka dan pada saat bertemu dengan Allah kelak. Orang yang berpuasa dalam santapan bukanya meluapkan rasa syukurnya dimana bersyukur termasuk salah satu ibadah dan dzikir. Syukur yang terungkap dalam kebahagiaan karena telah diberi kemampuan oleh Allah untuk menyempurnakan puasa di hari tersebut sekaligus berbahagia atas janji pahala yang besar dari-Nya. “Orang yang berpuasa mempunyai dua kebahagiaan. Yaitu berbahagia kala berbuka dan kala bertemu Allah,” kata Rasul dalam hadits riwayat imam Muslim.

Kelima, puasa telah dijadikan oleh Allah sebagai medan untuk menempa kesehatan dan kesembuhan dari beragam penyakit. “Berpuasalah kalian, niscaya kalian akan sehat.” (HR. Ibnu Sunni dan Abu Nu`aim).

Abuya menegaskan bahwa rahasia kesehatan di balik ibadah puasa adalah bahwa puasa menempah tubuh kita untuk melumatkan racun-racun yang mengendap dalam tubuh dan mengosongkan materi-materi kotor lainnya dari dalam tubuh.

Menurut kerangka berpikir Abuya, puasa ialah fasilitas kesehatan bagi seorang hamba guna meningkatkan kadar ketaqwaan yang merupakan tujuan utama puasa itu sendiri. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Qs. Al Baqarah: 183).

Keenam, keutamaan berikutnya yang Allah berikan kepada ahli puasa adalah dengan menjauhkan wajahnya dari siksa api neraka. Matanya tak akan sampai melihat pawai arak-arakan neraka dalam bentuk apapun juga. Rasul yang mulia berkata demikian, “Barangsiapa berpuasa satu hari demi di jalan Allah, dijauhkan wajahnya dari api neraka sebanyak (jarak) tujuh puluh musim.” (HR. Ahmad, Bukhari-Muslim, dan Nasa`i).

Ketujuh, dalam Al Quran Allah berfirman, “Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang melawat, yang ruku’, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.” (Qs. At Taubah: 112).

Sebagian ulama ahli tafsir menerangkan bahwa orang –orang yang melawat (As Saihuun) pada ayat tersebut adalah orang yang berpuasa sebab mereka melakukan lawatan (kunjungan) ke Allah. Makna lawatan, tegas Abuya, di sini adalah bahwa puasa merupakan penyebab mereka (orang yang berpuasa) bisa sampai kepada Allah. Lawatan ke Allah ditandai dengan meninggalkan seluruh kebiasaan yang selama ini dilakoni (makan, minum, mendatangi istri di siang hari) serta menahan diri dari rasa lapar dan dahaga.

Sembari mengutip Al Quran pula, Abuya mencoba menganalisa surah Az Zumar ayat 10: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” Kata Al Maliki, orang-orang yang bersabarlah maksudnya adalah orang yang berpuasa sebab puasa adalah nama lain dari sabar. Di saat berpuasalah, orang-orang yang bersabar (dalam beribadah puasa) memperoleh ganjaran dan pahala yang tak terhitung banyaknya dari Dzat Yang Maha Pemberi, Allah swt.

Kedelapan, di saat puasa inilah Allah memberi keistemewaan dengan menjadikan segala aktifitas orang yang berpuasa sebagai ibadah dan ketaatan kepada-Nya. Karenanya, orang yang berpuasa dan ia meninggalkan ucapan yang tidak berguna (diam) adalah ibadah serta tidurnya dengan tujuan agar kuat dalam melaksanakan ketaatan di jalan-Nya juga ibadah. Dalam satu hadits riwayat Ibnu Mundih dinyatakan, “Diamnya orang yang berpuasa adalah tasbih, tidurnya merupakan ibadah, dan doanya akan dikabulkan, serta perbuatannya akan dilipatgandakan (pahalanya).”

Kesembilan, di antara cara yang Allah kenakan dalam memuliakan orang yang berpuasa, bahwa Allah menjadikan orang yang memberi makan berbuka puasa pahalanya sama persis dengan orang yang berpuasa itu sendiri meski dengan sepotong roti atau seteguk air. Dalam satu riwayat Nabi bertutur seseorang yang memberi makan orang yang puasa dari hasil yang halal, akan dimintakan ampunan oleh malaikat pada malam-malam Ramadhan…… meski hanya seteguk air. (Hr. Abu Ya`la).

Kesepuluh, orang yang berbuka puasa dengan berjamaah demi melihat keagungan puasa, maka para malaikat akan bershalawat (memintakan ampunan) baginya.

Sumber Habib Ali Akbar bin Aqil

Cinta Tak Selamanya

pantai kuta - bali

“Indahnya alam semesta
Hingga terasa di hati
Yang hidup akan punah
Yang mula ada akhirnya

Oh indah ciptaanNya
Yang ada sementara
Semuanya akan sirna
Yang kekal hanyalah Allah Swt “

Petikan lirik syair raihan “Tak Selamanya” diatas betapa memanglah benar adanya, bahwa kita semua yang merasakan hidup, kelak ada saatnya untuk tiada (sementara). Teramat indah ciptaan-Nya dalam alam semesta ini membuktikan kebesaranNya bahwa tak ada satu pun zat yang mampu menandingi. Saya jadi teringat dengan salah satu hadits Nabi Muhammad, yang kurang lebih berbunyi, “Seseorang akan senantiasa bersama dengan siapa yang dicintainya”.

Menarik bukan, dari untaian hadits tersebut :-) , yang seolah mengajak otak kita berfikir sekaligus bertanya-tanya, bagaimana jika sesuatu yang kita cintai akan punah, yang mana kepunahannya itu tidak kita ketahui kapan datangnya. Betapa kita mencintai orang-orang yang kita cintai, namun harus kita sadari orang tersebut kelak suatu saat akan meninggalkan kita, dan juga Lanjut membaca

Tony Blair Mengaku Membaca Al Qur’an Setiap Hari

Begitulah judul yang tertulis di media online republika. Terkejut bertambah senyum ketika kitab suci Umat Muslim mau dibaca oleh seorang mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair,
“Saya membaca Al Qur’an setap hari. Sebagian untuk mengetahui apa yang terjadi di dunia, sebagian lagi karena Alquran mengandung banyak pelajaran,” kata dia dalam wawancara dengan majalah Obsever.seperti yang dipaparkan Republika.co.id .berita-internasional

Bahwa memang begitulah seharusnya Al-Quran, karena harus kita sadari Al-Quran merupakan mukzijat Baginda Nabi Muhammad SAW yang juga berfungsi sebagai rahmat bagi semesta alam. Semoga apa yang dilakukan bapak Tony Blair tersebut, tidak hanya sebatas membaca, tapi juga benar-benar mencoba memahami melalui para ulama yang memang lebih mengetahui. Yang menarik apakah yang dilakukan  pak Tony Blair akan mendekatkannya(memeluk) pada agama islam? Wallohua’lam, karena semua yang ada dalam kehidupan ini berada dalam Izin dan Pengaturan serta Kehendak Allah SWT. Allahu Akbar

sumber berita : http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/11/06/13/lmpw2u-tony-blair-mengaku-membaca-al-quran-setiap-hari

mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair

Pusat Percetakan Al-Quran di Arab Saudi

Bismillahirrahmanirrahim

Kita ketahui bersama tidak sedikit para jamaah haji asal Indonesia ketika pulang ke kampung halaman membawa kitab suci Al-Quran yang di dapat secara cuma-cuma alias gratis. Seperti misalnya ayah saya yang sepulangnya dari tanah suci  juga sempat membawakan Al-Quran gratis tersebut, walaupun gratis, dalam hal kualitas Al-Quran tersebut terbilang sangat bagus dan sangat nyaman untuk dibaca.

foto : http://www.eramuslim.com

Adalah komplek percetakan Al-Qur’anul Karim Raja Fadh yang mewakafkan Al-Quran tersebut. Ayah saya pernah bercerita apabila ada para jamaah haji yang ingin mendapatkannya cukup dengan mengunjungi percetakan Al-Quran tersebut, mudah bukan, yang mana Al-Quran yang dicetak disana tersedia dalam terjemahan beberapa bahasa. Tinggal disesuaikan dengan terjemahan bahasa apa yang kita inginkan.

foto : http://oleholehhaji.net

Kita berharap semoga wakaf Al-Quran seperti tetap dilestarikan sampai akhir zaman, sehingga umat manusia khususnya kaum muslim dapat mengetahui kandungan isi Al-Quran tanpa mengeluarkan biaya yang mahal. Begitu pun hal nya dengan negara kita Indonesia, semoga di kemudian hari kelak, pemerintah sudah mampu untuk membangun komplek percetakan Al-Quran sebagaimana yang telah dibangun oleh negara Arab Saudi.

Berikut ini ialah alamat situs komplek percetakan Al-Qur’anul Karim Raja Fadh : http://www.qurancomplex.org/default.asp?l=ind

Terletak di Madinah Munawwarah

semoga bermanfaat

wassalam

 

Kelembutan Nabi

Kelembutan Nabi

Selasa, 07 Juni 2011 02:00 WIB

Prof dr Achmad Satori Ismail

Ketika Rasulullah SAW duduk bersama para sahabatnya, seorang pendeta Yahudi bernama Zaid bin Sa’nah masuk menerobos shaf, lalu menarik kerah baju Rasul dengan keras seraya berkata kasar, “Bayar utangmu, wahai Muhammad, sesungguhnya turunan Bani Hasyim adalah orang-orang yang selalu mengulur-ulur pembayaran utang.”

Umar bin Khattab RA langsung berdiri dan menghunus pedangnya. “Wahai Rasulullah, izinkan aku menebas batang lehernya.” Rasulullah SAW berkata, “Bukan berperilaku kasar seperti itu aku menyerumu. Aku dan Yahudi ini membutuhkan perilaku lembut. Perintahkan kepadanya agar menagih utang dengan sopan dan anjurkan kepadaku agar membayar utang dengan baik.”

Tiba-tiba pendeta Yahudi berkata, “Demi Allah yang telah mengutusmu dengan hak, aku datang kepadamu bukan untuk menagih utang. Aku datang sengaja untuk menguji akhlakmu. Tapi, aku telah membaca sifat-sifatmu dalam Kitab Taurat. Semua sifat itu telah terbukti dalam dirimu, kecuali satu yang belum aku coba, yaitu sikap lembut saat marah. Dan aku baru membuktikannya sekarang. Oleh sebab itu, aku bersaksi tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah dan sesungguhnya engkau wahai Muhammad adalah utusan Allah. Adapun piutang yang ada padamu, aku sedekahkan untuk orang Muslim yang miskin.”

Itulah kemuliaan akhlak Rasulullah, sang teladan yang telah dipuji Allah sebagai nabi dengan akhlaknya berada di atas semua akhlak yang agung. Kelembutan dan kesabaran dijadikan sebagai manhaj dalam berdakwah. Ucapannya lembut, sikapnya lembut, dan perilakunya dalam semua aktivitas dakwahnya adalah kelembutan, kecuali sikap yang membutuhkan ketegasan. Lanjut membaca

Situs Jejaring Sosial Yang Menyediakan Fitur-fitur Islami

Akhir-akhir ini di awal tahun 2011, layanan jaringan sosial di internet semakin merebak saja. Hal ini wajar, mengingat masyarakat modern sekarang ini sangat tertarik dengan teknologi semacam ini, mudah di gunakan dan dapat bersosialisasi dengan orang yang sangat jauh sekalipun sekaligus dapat berbagi pandangan, pendapat maupun opini yang dimilikinya terhadap orang lain. Namun, di tengah bermunculannya layanan jejaring sosial yang semakin meningkat jumlahnya. Kita sebagai masyakat sudah mesti dapat menyaring mana layanan sosial yang mampu memberi manfaat maupun yang tidak, bagi diri kita pribadi khususnya dan orang lain pada umunya. Dan salah satu layanan jejaring sosial yang layak di coba adalah mosquelife, dengan beralamat URL  www.mosquelife.com kita akan disugukan dengan beberapa fitur islami, seperti yang dijelaskan Kompas.com berikut.

Buat umat Islam yang taat, Alquran dan masjid tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Membaca Alquran seyogyanya menjadi aktivitas rutin kapan saja dan di mana saja dan salat lima waktu di masjid sangat dianjurkan. Nah, di tengah aktivitas yang padat dan kesibukan kerja, Mosquelife.com mungkin bisa membantu kebutuhan tersebut.

Mosquelife.com merupakan layanan jejaring sosial lokal di Indonesia yang secara khusus menyediakan fitur-fitur Islami. Sejak diperkenalkan akhir tahun lalu, situs ini telah mengalami penambahan fitur yang memudahkan umat islam berbagi pengetahuan dan bertukar pikiran secara online.

Di situs ini, pengguna dapat membuka Alquran surat demi surat dan ayat demi ayat. Tidak hanya itu, pengguna juga dapat menandai ayat mana yang baru dibacanya dengan melakukan check in. Tak hanya itu, setiap pengguan juga dapat menulis kampanye sosial bercermin ayat Alquran yang baru dibacanya. Kampanye tersebut akan ditampilkan di menu tersendiri sehingga dapat diakses pengguna lainnya.

Jejaring sosial muslim itu belum lama ini juga meluncurkan menu baru Mosque Directory, yang bertujuan untuk menghimpun data-data masjid untuk menjadi direktori yang bermanfaat. Tak hanya melihat peta, pengguna juga dapat menambahkan link berita, komentar, dan informasi kegiatan di setiap masjid. Lanjut membaca