Kegigihan Mulyadi Membesarkan Sari Kurma

Produk Sari Kurma Al Jazira sudah dikenal. Ini karena khasiatnya yang mampu mengobati berbagai macam penyakit dan menjaga kesehatan seperti penderita demam berdarah dengue (DBD), pertumbuhan anak, ibu hamil, melahirkan dan menyusui, hingga untuk diet. Meski produknya bernuansa kearab-araban, produk ini bukan dari Timur Tengah. Sari Kurma Al Jazira diproduksi di Ciomas Bogor, Jawa Barat.

Adalah Mulyadi yang mendirikan sekaligus mengembangkan produk tersebut hingga omsetnya Rp 1 miliar per bulan. Kesuksesan Mulyadi ini bukan dibangun dalam sekejap mata. Ia bisa berbisnis sari kurma setelah mendirikan berbagai macam usaha yang hampir semuanya timbul-tenggelam. “Saya tidak melihat itu sebagai kegagalan. Dari situ saya bisa mendapat banyak pelajaran. Mungkin rugi secara finansial. Tapi, saya mendapatkan banyak hal dari segi proses, ilmu, pengetahuan tentang bisnis,” ungkap Ketua MUI Kecamatan Ciomas Bogor ini.

Tahun 2007, lulusan kelahiran 18 April 1965 ini mulai melihat celah usaha di bisnis sari kurma karena khasiatnya yang sangat tinggi. Saat aktif mengelola Yayasan Al Huda, Mulyadi pernah ke Arab Saudi selama 6 bulan untuk mencari donatur di tahun 1998. Di sana ada banyak produk dari tanaman herbal, salah satunya sari kurma. Akhirnya pada 13 Maret 2007, ia memutuskan terjun ke bisnis ini dengan mendirikan usaha yang dinamainya CV Amal Mulia Sejahtera (AMS). Sebelumnya, ia sempat mempelajari semua hal tentang kurma dan khasiatnya dari buku dan Internet. Lanjut membaca

Tugas Manajemen Pemasaran (Kasus 2)

Nama : Septian Prima Rusbariandi

 

Menuju Kualitas Manajemen Sony Berbasis Kompetitif

(Review kasus dari judul asli “Sony Corporation”)

1. Lingkupan Materi dalam Manajemen Pemasaran

 

Salah satu bentuk materi yang mengena dalam pembahasan kasus ini ialah bab Siklus Kehidupan Produk dan Strategi Memasarkan Produk.  Kita ketahui siklus kehidupan produk terbagi menjadi 4 tahapan utama, yaitu 1) pengenalan , 2) pertumbuhan , 3) kedewasaan , dan 4) tahap penurunan penjualan.   Ide yang dirancang oleh tim manajemen Sony untuk lebih berusaha seinovatif mungkin dalam mencetak produk-produk baru dapat juga dikatakan sebagai upaya dalam melihat situasi dan kondisi dari masa depan suatu produk. Tingkat penurunan penjualan suatu produk jelas harus diantisipasi dengan pemikiran-pemikiran baru dalam mensiasati nilai dari produk tersebut dimasa mendatang. Dan perusahaan Sony dalam menafsirkan keadaan saat ini, mencoba membuat terobosan baru dengan memanfaatkan jaringan broadband serta menghubungkan segala jenis perangkat media elektronik yang nantinya dapat terhubung ke world wide web.  Inilah cara Sony dalam menjaga stabilitas siklus kehidupan produk perusahaan dengan tetap melahirkan inovasi-inovasi terbarunya.

2. Latar Belakang

 

Keunggulan produk-produk teknologi yang diimbangi dengan beraneka ragam kebutuhan hidup menjadi kemudahan sekaligus keuntungan  tersendiri bagi penggunanya. Jepang sebagai parameter kecanggihan teknologi dunia, sampai saat ini terus memacu para pelaku industri-industrinya untuk tak hentinya mencetak inovasi-inovasi terbaik  guna memberi warna baru akan peradaban dunia. Salah satu perusahaan ternama di Jepang, Sony, hadir ditengah maraknya perkembangan inovasi teknologi dunia. Ditangan masura ibuka dan akio morita Sony yang mulanya didirikan pada tahun 1946 dirubah namanya menjadi Sony Corporation di tahun 1958. Kedua insinyur tersebut nampaknya ingin mencoba memahami kehendak konsumen saat itu. Mereka diberikan otoritas penuh dalam hal pengambilan keputusan dan merekapun berkeyakinan bahwa satu-satunya jalan adalah dengan terus menerus mengembangkan produk inovatif dan cutting edge, mencoba melahirkan inovasi berbeda yang belum pernah ada sebelumnya.

Langkah yang diambil Sony untuk memperkuat basis inovasi teknologi dan memasarkan produk secara agresif ke pasar-pasar luar negeri terbukti ampuh dan berhasil.  Bermula ketika Sony mengukuhkan sebuah lisensi paten untuk transistor pada tahun 1953 dan kemudian memfokuskan diri terjun di dunia pasar Amerika untuk produk-produk elektronik konsumen. Strategi ini melahirkan lesatan prestasi gemilang ditubuh Sony, tercatat di tahun 1960 bahwa Sony merupakan perusahaan jepang pertama di Amerika Serikat ditambah lagi sebagai yang pertama pula me-listkan sahamnya di New York Stock Excahange tahun 1961. Namun beriring berputarnya waktu, Sony pun mulai mengalami pasang surut kesuksesan dan kegagalannya. Salah satu contoh produk yang mewakilinya antara lain walkman dan video cassette recorder betamax.

3. Topik Permasalahan

 

Berdasar dari kasus yang ada, dapat kita rangkum bahwa topik/rumusan masalahnya mencakup beberapa hal, antara lain yaitu :

3.1    Melihat dari situasi dan kondisi yang ada sekarang, akankah strategi sony dalam mengembangkan jaringan broadband telah sesuai dengan apa yang telah direncanakan ?

3.2   Apakah penerapan perubahan manajemen ditubuh Sony dengan memodifikasi sistem kompensasi yang menghargai senioritas dengan skema yang lebih berbasis pada kinerja dapat diterima di semua jenjang karyawan dan jika diterima, akankah hal ini memberikan trend positif ? Lanjut membaca

Tugas Manajemen Pemasaran (Kasus 1)

Journal Reviews

“Nokia” Mempertahankan Kepercayaan Konsumen Ponsel yang Belum Tergoyahkan


mata Kuliah :

Manajemen Pemasaran

 


“Nokia” Mempertahankan Kepercayaan Konsumen Ponsel yang Belum Tergoyahkan

(Review kasus dari judul asli “Raja Pencet-pencet Tak Mau Geser”)

1. Lingkupan materi dalam manajemen pemasaran

Dari kasus yang terlampir, terlihat cukup jelas adanya keterkaitan antara perbahasan daripada konflik yang diperbincangkan kasus tersebut dengan materi-materi mata kuliah dalam Manajemen Pemasaran. Paling tidak dari uraian yang disampaikan dalam kasus, sedikitnya ada 3 Bab cakupan materi dalam Manajemen Pemasaran yang mengena terhadap penjabaran kasus yang akan direview. Adapun ketiga bab tersebut ialah Bab strategi & manajemen produk, Bab bauran promosi,  serta Bab strategi distribusi. Dalam hubungannya dikatakan termasuk dalam bagian bab strategi & manajemen produk dapat kita lihat dari tak henti-hentinya sang raja seluler “Nokia” untuk terus meningkatkan inovasi terbaru demi melahirkan produk yang sesuai dengan perkembangan teknologi. Begitupun halnya dengan bab bauran promosi dan strategi distribusi, dapat kita cermati bahwa Nokia dan para pesaingnya sangat teliti dalam melakukan kegiatan-kegiatan promosi maupun peningkatan aktivitas sistem distribusi sekaligus memberikan layanan-layanan tambahan seperti Graha-graha service yang kini dengan cukup mudah kita temui di daerah perkotaan ataupun di pusat-pusat pasar seluler.

2. Latar belakang

Dunia komunikasi sekarang ini telah mencapai tingkat urgensi yang cukup tinggi. Hal tersebut dapat diamati dengan semakin tingginya tingkat permintaan akan alat komunikasi seiring dengan canggihnya kemajuan teknlogi. Terlebih-lebih untuk alat komunikasi telepon genggam “handphone” yang hampir selalu dibawa oleh masyarakat modern masa kini. Bayangkan saja, hanya dengan satu buah ponsel aktivitas promosi dalam bidang pemasaran dapat ditempuh ke semua tujuan sesuai dengan kehendak para penggunanya. Ini tak lain merupakan buah karya kecemerlangan ide dari insinyur-insinyur perusahaan ponsel untuk mengeluarkan produk-produk unggulan yang kemudian menjadikan para konsumen terbuai dengan keberadaannya.

Di Indonesia, beragam produk ponsel kini telah menjamur deras dikalangan masyarakat, mulai dari Sony Erricson dengan keunggulan dalam hal kejernihan soundnya sampai dengan produk-produk termurah yang secara sekaligus telah dibandrol oleh perusahaan-perusahaan operator pulsa. Dengan segala daya upaya setiap perusahaan berusaha sedemikian mungkin membujuk para calon pembeli untuk sekiranya merasakan produk keluarannya. Sejauh ini keberadaan bisnis seluler di Indonesia ini masih tetap dipegang oleh Nokia, walaupun kehadiran para pendatang baru, yang cukup membuat penasaran para penggemar ponsel, namun pada kenyataannya masyarakat Indonesia lebih memilih produk-produk ponsel yang harganya relatif mudah untuk dijangkau. Nokia sebagai penguasa pasar memang masih dipercayakan oleh masyarakat, , nama besar Nokia masih tetap menjadi pilihan tersendiri di mata konsumen, karena selain dari segi harga, dari segi pelayanan dan harga jual kembali pun, merk Nokia masih tetap menjadi unggulan dan pilihan hati masyarakat pengguna ponsel.

Tetap update dengan setiap perkembangan dunia teknologi menjadi sasaran utama dari produk-produk nokia dan tanpa terasa seolah-olah masyarakat di Indonesia sudah terhipnotis dengan tawaran-tawaran produk maupun pelayanan yang hidangkan oleh Nokia. Namun dilain pihak, para perusahaan-perusahaan ponsel sejenis telah dan akan selalu mengintai disetiap waktu untuk memberikan persaingan yang cukup berimbang terhadap melejitnya kepemimpinan Nokia dalam bisnis seluler di Indonesia.

3. Topik permasalahan

Nokia nampaknya tahu betul apa yang mesti mereka lakukan dalam upaya mencapai target pasar yang telah direncanakan sebelumnya, yakni melakukan diferensiasi diantara produk-produk pesaing yang muncul. Dengan merancang strategi advertise/promosi yang apik, Nokia seolah tak tergoyahkan di puncak singgasana. Mengamati kasus yang terjadi, setidaknya ada 2 hal pokok yang mungkin menjadi topik permasalahan, yaitu sebagai berikut :

3.1 Apakah para pesaing-pesaing produk ponsel Nokia, seperti misalnya Sony Erricson, Samsung, Siemen, Motorolla atau mungkin produk keluaran Cina bermerek IMO dan MicXon mampu menggeser kedudukan Nokia sebagai raja bisnis seluler?

3.2 Sekiranya Nokia masih mampu mempertahankan posisinya dimata konsumen, bagaimana tingkat pendapatan yang dapat dicapai dibulan mendatang dengan strategi jitu promosi yang dilakukan pihak manajemen pemasaran Nokia? Lanjut membaca

Siklus Kehidupan Produk

Berikut ini 5 tahapan dari siklus kehidupan suatu produk :

1. Tahap Pengembangan dan penelitian
“Merupakan tahap ketika suatu produk masih dalam pengembangan dan penelitian rancangan serta atribut produk sebelum dilempar ke pasaran”.

2. Tahap Perkenalan
“Ialah tahap promosi besar-besaran, dimana produk pertama kali dilempar ke pasaran, dalam tahap ini dibutuhkan usaha pemasaran yang hebat agar konsumen dapat menerima produk tersebut, dengan catatan perusahaan belum memperoleh keuntungan dalam tahap ini”.

3. Tahap Pertumbuhan pasar
“Tahap dimana promosi bukan lagi untuk memperkenalkan produk, melainkan untuk mempertahankan masa pertumbuhan yang tengah meningkat. Dalam tahap ini, muncul beberapa pesaing yang siap menggeser pertahanan suatu produk. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan perusahaan untuk terus memberikan kepuasan pada konsumen”.

4. Tahap Kematangan Pasar
“Tahap dimana pesaing telah benar-benar masuk ke arena pasar, sehingga konsumen sudah banyak yang berpindah ke produk pesaing. Harga merupakan peran penting dalam tahap ini, untuk memenangkan persaingan, karena setiap pesaing menggunakan strategi penurunan harga untuk menarik konsumen”.

5. Tahap Kemunduran
“ Tahap akhir dari kehidupan produk, telah muncul produk baru yang menggantikan produk lama tersebut. Perusahaan masih tetap mencoba mempertahankan produk lamanya karena masih ada beberapa konsumen yang loyal terhadap produk tersebut”.