Journal Reviews
“Nokia” Mempertahankan Kepercayaan Konsumen Ponsel yang Belum Tergoyahkan
mata Kuliah :
Manajemen Pemasaran
“Nokia” Mempertahankan Kepercayaan Konsumen Ponsel yang Belum Tergoyahkan
(Review kasus dari judul asli “Raja Pencet-pencet Tak Mau Geser”)
1. Lingkupan materi dalam manajemen pemasaran
Dari kasus yang terlampir, terlihat cukup jelas adanya keterkaitan antara perbahasan daripada konflik yang diperbincangkan kasus tersebut dengan materi-materi mata kuliah dalam Manajemen Pemasaran. Paling tidak dari uraian yang disampaikan dalam kasus, sedikitnya ada 3 Bab cakupan materi dalam Manajemen Pemasaran yang mengena terhadap penjabaran kasus yang akan direview. Adapun ketiga bab tersebut ialah Bab strategi & manajemen produk, Bab bauran promosi, serta Bab strategi distribusi. Dalam hubungannya dikatakan termasuk dalam bagian bab strategi & manajemen produk dapat kita lihat dari tak henti-hentinya sang raja seluler “Nokia” untuk terus meningkatkan inovasi terbaru demi melahirkan produk yang sesuai dengan perkembangan teknologi. Begitupun halnya dengan bab bauran promosi dan strategi distribusi, dapat kita cermati bahwa Nokia dan para pesaingnya sangat teliti dalam melakukan kegiatan-kegiatan promosi maupun peningkatan aktivitas sistem distribusi sekaligus memberikan layanan-layanan tambahan seperti Graha-graha service yang kini dengan cukup mudah kita temui di daerah perkotaan ataupun di pusat-pusat pasar seluler.
2. Latar belakang
Dunia komunikasi sekarang ini telah mencapai tingkat urgensi yang cukup tinggi. Hal tersebut dapat diamati dengan semakin tingginya tingkat permintaan akan alat komunikasi seiring dengan canggihnya kemajuan teknlogi. Terlebih-lebih untuk alat komunikasi telepon genggam “handphone” yang hampir selalu dibawa oleh masyarakat modern masa kini. Bayangkan saja, hanya dengan satu buah ponsel aktivitas promosi dalam bidang pemasaran dapat ditempuh ke semua tujuan sesuai dengan kehendak para penggunanya. Ini tak lain merupakan buah karya kecemerlangan ide dari insinyur-insinyur perusahaan ponsel untuk mengeluarkan produk-produk unggulan yang kemudian menjadikan para konsumen terbuai dengan keberadaannya.
Di Indonesia, beragam produk ponsel kini telah menjamur deras dikalangan masyarakat, mulai dari Sony Erricson dengan keunggulan dalam hal kejernihan soundnya sampai dengan produk-produk termurah yang secara sekaligus telah dibandrol oleh perusahaan-perusahaan operator pulsa. Dengan segala daya upaya setiap perusahaan berusaha sedemikian mungkin membujuk para calon pembeli untuk sekiranya merasakan produk keluarannya. Sejauh ini keberadaan bisnis seluler di Indonesia ini masih tetap dipegang oleh Nokia, walaupun kehadiran para pendatang baru, yang cukup membuat penasaran para penggemar ponsel, namun pada kenyataannya masyarakat Indonesia lebih memilih produk-produk ponsel yang harganya relatif mudah untuk dijangkau. Nokia sebagai penguasa pasar memang masih dipercayakan oleh masyarakat, , nama besar Nokia masih tetap menjadi pilihan tersendiri di mata konsumen, karena selain dari segi harga, dari segi pelayanan dan harga jual kembali pun, merk Nokia masih tetap menjadi unggulan dan pilihan hati masyarakat pengguna ponsel.
Tetap update dengan setiap perkembangan dunia teknologi menjadi sasaran utama dari produk-produk nokia dan tanpa terasa seolah-olah masyarakat di Indonesia sudah terhipnotis dengan tawaran-tawaran produk maupun pelayanan yang hidangkan oleh Nokia. Namun dilain pihak, para perusahaan-perusahaan ponsel sejenis telah dan akan selalu mengintai disetiap waktu untuk memberikan persaingan yang cukup berimbang terhadap melejitnya kepemimpinan Nokia dalam bisnis seluler di Indonesia.
3. Topik permasalahan
Nokia nampaknya tahu betul apa yang mesti mereka lakukan dalam upaya mencapai target pasar yang telah direncanakan sebelumnya, yakni melakukan diferensiasi diantara produk-produk pesaing yang muncul. Dengan merancang strategi advertise/promosi yang apik, Nokia seolah tak tergoyahkan di puncak singgasana. Mengamati kasus yang terjadi, setidaknya ada 2 hal pokok yang mungkin menjadi topik permasalahan, yaitu sebagai berikut :
3.1 Apakah para pesaing-pesaing produk ponsel Nokia, seperti misalnya Sony Erricson, Samsung, Siemen, Motorolla atau mungkin produk keluaran Cina bermerek IMO dan MicXon mampu menggeser kedudukan Nokia sebagai raja bisnis seluler?
3.2 Sekiranya Nokia masih mampu mempertahankan posisinya dimata konsumen, bagaimana tingkat pendapatan yang dapat dicapai dibulan mendatang dengan strategi jitu promosi yang dilakukan pihak manajemen pemasaran Nokia? Lanjut membaca →