Penentuan Kuantitas Persediaan

Untuk menyiapkan laporan keuangan sangat perlu untuk menentukan jumlah atau kuantitas persediaan yang dimiliki oleh perusahaan pada tanggal pelaporan keuangan. Penentuan jumlah persediaan ini dilakukan dengan dua langkah berikut ini:
a) Menghitung persediaan fisik yang ada di perusahaan.
b) Menentukan kepemilikan persediaan yang berada dalam perjalanan.

1. Penghitungan Persediaan Fisik yang Ada di Perusahaan

Penghitungan persediaan fisik ini meliputi aktivitas penjumlahan, penimbangan atau pengukuran jumlah persediaan yang ada saat itu. Penghitungan secara akurat dapat dilakukan jika perusahaan tidak sedang menjual atau menerima barang. Oleh karena itu penghitungan fisik umumnya dilakukan pada saat perusahaan berhenti beroperasi.

Untuk menghindari kesalahan dalam penghitungan fisik perlu diperhatikan aspek aspek pengendalian internal berikut ini:
a. Penghitungan harus dilakukan oleh pegawai yang tidak bertanggung jawab menyimpan persediaan
b. Harus ada kejelasan jumlah item persediaan dalam setiap setiap kemasan
c. Harus dilakukan penghitungan ulang oleh pihak independen (pemeriksa independen) Lanjut membaca

Sistem Pencatatan Persediaan

Persediaan merupakan bagian penting dalam proses berjalannya suatu perusahaan. Dikatakan demikian karena persedian terbilang sangat menentukan tingkat keuntungan yang diperoleh perusahaan nantinya. Jika persediaan yang dimiliki sangat memadai, maka bukan tidak mungkin ada harapan keuntungan yang bisa di capai, namun akan sebaliknya, jika persediaan kurang memadai maka akan berdampak pada menurunnya tingkat keuntungan perusahaan bersangkutan.

Dan berikut ini ada dua sistem pencatatan untuk persediaan,  yaitu :
a) Sistem pencatatan persediaan perpetual (Perpetual Inventory System)
b) Sistem pencatatan persediaan periodik (Periodic Inventory System)

1. Sistem Perpetual/Metode Buku

Disebut sistem perpetual karena pencatatan akuntansinya dilakukan secara kontinyu (perpetual) baik untuk pencatatan jumlahnya maupun biayanya atau harga pokoknya. Dengan demikian jumlah maupun biaya persediaan dapat diketahui setiap saat. Sistem ini seringkali diterapkan oleh perusahaan yang menjual barang dagangan dengan harga per unit relatif mahal dan setiap unit barang dimungkinkan memiliki variasi spesifikasi sesuai dengan keinginan konsumen. Contoh perusahaan yang menerapkan misalnya perusahaan mobil, perusahaan pesawat terbang, mebel, dan peralatan rumah tangga. Lanjut membaca