incredulou !!! tetapi inilah faktanya..

Seminggu sudah pesta demokrasi negara ini berlalu, pemilu pilpres yang sekiranya telah ditetapkan 5 tahun sekali telah menambah catatan cerita kehidupan bangsa ini. Bila kita cermati, entah sudah berapa kali Indonesia telah melakukan pemilu semenjak naskah proklamasi dilantunkan, 63 tahun negara ini telepas dari label penjajahan, namun seperempat umur pun dapat dikatakan masih belum tercapai jika dibandingkan dengan masa penjajahan belanda yang dulunya berumur 3 setengah abad, belum lagi jika ditambah dengan masa penjajahan bangsa-bangsa lainnya, seperti inggris dan jepang, dan sebagainya.

Indonesia lima tahun kedepan sudah barang tentu sangat menginginkan perubahan, perubahan dalam segala bidang, dan tentunya pula untuk melakukan perubahan itu, rakyat diharuskan untuk menjalankan haknya dalam memilih siapa pemimpin yang memang pantas mengomandoi seluruh elemen yang ada di Bumi Pertiwi Indonesia ini. Pemilu sebagai hak rakyat yang harus terpenuhi, menjadi kewajiban bagi pemerintah sekarang ini untuk mengurusi semua hal yang berhubungan dengan itu. Dan kini fakta jualah yang akhirnya berbicara, pemilu tahun 2009 yang telah diikutsertkan oleh kebanyakan rakyat Indonesia, telah menentukan pilihannya diantara tiga kandidat yang menjadi calon pemimpin. Seiring berjalannya waktu walaupun belum resmi KPU mengumumkan siapa pemenang dari pilpres ini, nampaknya pemenang sudah bisa ditebak.

Berdasar pada perhitungan awal KPU, didukung lagi dengan perhitungan cepat lembga-lembaga survei ataupun berbagai media telah menunjukkan bahwa pasangan SBY-Budiono menang telak dengan mengungguli para pesaingnya yaitu JK-Wiranto, maupun Mega-Prabowo. Lantas, apa hubungan penulis menulis judul diatas ? Jujur saja, penulis membuat judul ini dikarenakan pada pemilu yang lalu JK-Wiranto telah menjadi pilihan tersendiri bagi saya, pilihan ini pun saya tentukan bukan tanpa alasan, melainkan dengan berbagai referensi yang sebelumnya telah saya dijumpai.

“iya benar..”, bapak Muhammad Jusuf Kalla didampingi dengan pak Wiranto, menjadi pilihan saya dalam pilpres kali ini. Saya pribadi melihat seperti ada aura kepemimpinan ditubuh mereka, dan jika kita melihat sepintas kebelakang bahwa sebelumnya mereka ini juga bukan orang asing bagi goresan sejarah Republik Indonesia, JK yang sebelumnya ialah menjabat sebagai wakil presiden tahun 2004-2009, Menkokesra, terlibat dalam keanggotaan MPR, dan sebelumnya lagi menjadi pengusaha. Pengalaman yang diarunginya dalam hal menata pemerintahan, nampaknya menjadiakan JK kenyang dengan pengalaman itu, dimata saya pak JK dengan kiprahnya dalam pemerintahan RI membuat beliau seakan punya kematangan berfikir yang terbilang handal, sering terdengar di media bahwa ia sering bermain dengan data dan angka ketika mengambil keputusan yang efektif, meskipun gaya bicaranya terkesan spontanitas, tapi bagi saya pak JK tetaplah pak JK, apa adanya, ia seorang decision-maker yang ulung, cepat bertindak, tegas, punya rasa humanisme yang tinggi terbukti dengan turun tangannya beliau dalam berbagai konflik perdamaian, apalagi JK dikenal sebagai orang yang belajar banyak sekaligus mengerti akan bidang ekonomi, bidang yang kemajuannya sangat diharapkan oleh banyak rakyat Indonesia.

Sedangkan Wiranto, walaupun saya tidak terlalu tahu banyak tentangnya, tetapi melihat latar belakangnya yang lahir dari keluarga ekonomi yang tak terlalu memadai, ditunjang dengan prestasinya sebagai Panglima TNI tahun 1998 dan sedikit pengalamannya terjun dalam bidang pemerintahan , rasanya terlihat adanya kecocokan dari pak Wiranto yang memang bergelut dalam bidang hukum dan keamanan terhadap pak JK yang mengerti banyak dalam hal ekonomi. Namun masih banyak rakyat yang sepertinya belum bisa sepenuhnya melupakan kerusuhan mei 1998 pasca meminta turunnya presiden suharto dari kursi kepresidenan, yang memang faktanya ketika itu pak Wiranto menjabat sebagai Panglima TNI, beberapa dari warga menilai bahwa Wiranto kurang bisa mengendalikan suasana saat itu, tapi pak Wiranto sendiri mengatakan beliau telah menegakkan hukum yang berlaku, toh kalaupun terbukti jelas ia bersalah, hukum pasti sudah menagkapnya, begitu mungkin sedikit kutipan yang penulis pernah dengar mengenai penjelasan tentang dirinya. Realitanya 10 tahun telah berlalu, banyak perubahan yang dilakukan pak Wir terhadapnya. Buktinya ia kini telah mendirikan partai baru, partai Hanura, semenjak keluar dari keterikatan partai Golkar, ini membuktikan seolah beliau ingin mengubur dalam-dalam masa lampaunya.

Dan rupanya, takdir juga yang menetapkan, pak Wiranto berdampingan dengan pak JK dalam putaran pilpres 2009. Salah satu alasan saya memilih JK-WIN ialah adanya warna baru dalam pucuk kepemimpinan, bahwa jika kita bertanya: sebenarnya apa yang yang menjadi permasalahan utama daripada bangsa ini ? jelas yang paling pertama ketika bangsa ini telah merasa aman dan siap berkembang, yang menjadi masalah ialah kesejahteraan rakyat, jadi bagaimana mengentaskan kemiskinan yang makin meningkat, bagaimana melahirkan SDM yang handal dalam bidangnya, bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan bagi maraknya pengangguran yang merajalela, baru kemudian dibarengi dengan pengembangan bidang-bidang lainnya. Karena demikian itu, saya pribadi sebagai penulis berpandangan bahwa kita butuh pemimpin yang memang ahli dalam bidangnya. Dan saya rasa itu ada pada diri seorang JK yang tahu bagaimana mengatasi permasalahan ekonomi ini, ditopang Wiranto yang sekiranya juga berpengalaman dalam bidang keamanan ataupun hukum. Faktanya pun waktu itu JK-WIN didukung langsung oleh para petinggi 2 ORMAS Islam terbersar di negara ini, Muhammadiyah dan NU. Ini secara langsung memperkuat pilihan saya terhadap JK-WIN sebagai pasangan Nusantara.

Sedangkan untuk bapak SBY yang dari tadi saya belum berbicara panjang lebar tentang beliau, yang sebelum-sebelumnya beliau juga cukup berperan aktif dalam catatan pemerintahan RI. Pak SBY yang saya kenal mantan seorang pemimpin dalam bidang militer, dan juga pernah berkecimpung sebagai Menpolhukam dalam pemerintahan RI silam, namun terlepas dari itu menurut kacamata saya butuh perubahan paradigama dalam tubuh bangsa ini dalam artian, sebenarnya jika kita pahami, kita pun sudah bisa dikatakan kenyang dipimpin oleh seorang yang dulunya menjabat sebagai pimpinan militer, katakanlah ada pak Suharto dan terakhir pak SBY. Ini seakan menjadi tradisi, jika kita tengok kebelakang, sejarah pun mengukir bahwa tidak sedikit bangsa-bangsa lain di dunia yang dipimpin oleh katakanlah seorang yang dulunya berkecimpuang dalam bidang kemiliteran, lantas seiring bergulirnya waktu dia pun terpilih sebagai pemimpin dalam negaranya, bahkan pemimpin tersebut mempunyai jabatan ganda alias selain memimpin negaranya, dia juga tetap memegang kekuasaan penuh terhadap kekuatan milternya sebagaimana yang telah dialami tokoh-tokoh berikut yang mudah-mudahan saya tak salah ingat, tokoh yang punya pengaruh besar pada zamannya seperti Adolf Hitler, Bennito Mussolini,Fidel Castro , Stalin dan masih banyak tokoh lainnya yang ikut ambil bagian dalam melukiskan sejarah di dunia ini.

Zaman sudah semakin maju, menurut saya Indonesia tak perlu mengutip tradisi-tradisi lampau, jangan baru bola mata kita melihat bahwa seseorang yang bebadan tegap dan terkesan sangat wibawa, kemudian dengan secepat kilat kita memilihnya, tanpa berpikir kualitas apa yang ada diri orang tersebut dan seperti apa yang saya katakan sebelumnya, “sebenarnya apa yang menjadi permasalahan bangsa ini ?” kalau kita tahu permasalahannya, jelas menjadi kewajiban bagi kita memilih pemimpin yang ahli dalam bidangnya.

Kemudian berbicara tentang pak Budiono, mungkin dia salah satu ahli ekonomi ulung di Indonesia, jabatan pemerintahaan RI dalam bidang ekonomi pernah beliau duduki, tapi apa boleh dikata, bersedianya beliau dalam memimpin Bank Indonesia, sebagai Gubernur BI, yang bertanggung jawab menaikkan atau menurunkan suku bunga, membuat timbulnya pendukung pak Bud yang pro dan kontra terhadapnya, terutama jika kita ingat dalam Islam bahwa suku bunga punya peraturan tertentu, yang saya kira para pembaca sudah mengetahui apa peraturan itu. Begitulah sekelumit pandangan saya terhadap pasangan SBY-Budiono. Untuk Mega-Prabowo…?? saya kira tak perlu rasanya membahas panjang lebar karena memang dalam Islam sudah jelas dari kaum apa yang seharusnnya menjadi pemimpin, kaum yang saya maksud dalam hal ini ialah kaum adam ataukah kaum hawa…

Apapun yang telah terjadi biarlah terjadi, walaupun pada kenyataannya saya seakan tidak percaya dengan kekalahan JK-WIN tapi inlah faktanya. Memang banyak faktor yang menyebabkan kemenangan dari pasangan SBY-Budiono, mulai dari dukungan dari 26 partai, khususnya partai-partai Islam yang telah bergabung sebelumnya, ada PKS, PKB, PPP dan beberapa partai lainnya yang kalau boleh saya mengatakan sebenarnya dalam tanda kutip pasangan SBY-Budiono ini telah mencuri start terlebih dahulu, sehingga memudahkan jalan bagi mereka untuk kedepannya selain itu pula citra pak SBY yang terlihat masih sangat meyakinkan sebagai seorang pemimpin.

Ada baiknya kita sebagai rakyat bisa mengambil pelajaran dari semua ini, menyaring nilai-nilai positif yang terangkum, sekaligus menghargai pilihan mayoritas rakyat Indonesia serta menghargai siapa pun pemenangnya, karena memang yang biasanya menjadi pemenang ialah memang yang terbaik ketimbang yang lainnya. Dan untuk pak Muhammad Jusuf Kalla walaupun beliau belum dapat mewujudkan daripada niat-niat mulianya untuk membangun bangsa ini, sekiranya pak JK dapat melampiaskan niat-niat itu melalui jalur lain, jalur yang sejatinya mungkin lebih baik untuk beliau jalani, begitu pula halnya dengan pak Wiranto.

Tulisan ini hanya sekelumit pandangan dari pemikiran saya dan saya bertanggung jawab penuh atas semua yang telah saya utarakan diatas. Apabila ada pihak-pihak yang merasa kurang berkenan, saya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesarnya.

Citayam, 16 juli 2009 – Septian Prima Rusbariandi –

Categories: catatan lepas septian | Tags: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

silakan tuliskan komentar pada kolom dibawah ini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: