Transparankah Pemilihan “Menteri” Ku Kini…???

Setelah rampungnya proses pemilu dengan agenda pilpres dan cawapres untuk periode 2009-2014 yang pada akhirnya dimenangkan pasangan SBY – Budiono, agenda yang tak kalah penting selanjutnya ialah bagaimana membentuk suatu kabinet yang berkualitas tinggi yang juga merupakan sebuah cita-cita tersendiri tak hanya bagi pak SBY beserta rekan seperjuangannya, tapi juga seluruh rakyat Indonesia, utamanya rakyat kecil yang sedari dulu mendambakan kabinet pemerintahan yang adil, berkompeten dalam bidangnya, profesional, bersih, dan Insya Allah dapat mewujudkan cita-cita bersama ataupun target-target positif yang telah ditentukan sebelumnya dalam rangka membangun masyarakat indonesia yang berkehidupan rukun dan sejahtera.

Adalah suatu ketetapan jikalau penentuan susunan kabinet yang didalamnya terdiri atas menteri-menteri yang akan menangani bidangnya masing-masing, ialah sepenuhnya ditentukan oleh seorang presiden, dalam hal ini adalah hak prerogatif presiden, walaupun nantinya banyak pertimbangan lain untuk menentukan menteri atau setingkatnya yang akan bertugas selama 5 tahun kedepan, seperti misalnya mempertimbangkan dari kajian-kajian melalui pemikiran para tenaga ahli yang memadai.

Terkait dengan hak prerogatif yang dimiliki seorang presiden, sudah barang tentu rakyat pasti tidak menginginkan pembagian kursi kekuasaan disamakan seperti tak bedanya pembagian potong kue yang berlandaskan atas dasar balas budi antar sesama atau antar kepentingan politik tertentu, tetapi sebaliknya rakyat lebih dan sangat menginginkan jika seyogyanya pengisian kabinet yang diputuskan oleh bapak SBY beserta timnya, utamanya didasarkan atas pemikiran mulia untuk memajukan bangsa negara ini. Jika kita ingat-ingat kembali, hal ini harusnya sesuai dengan amanat UU No. 39/2008 tentang Kementerian Negara, Pasal 23, yang intinya menyatakan bahwa menteri harus independen dari berbagai kepentingan politik atau tidak merangkap jabatan. Selain itu, struktur kabinet yang dibentuk harus lebih efektif dan efisien sebagaimana perintah Pasal 15 UU yang sama.

Mungkin, masih terngiang di pendengaran kita akan janji-janji kampanye pemilu yang pernah digaungkan oleh pasangan SBY – Budiono, yang mengatakan bahwa reformasi birokrasi merupakan salah satu agenda yang sekiranya telah dijanjikan oleh pasangan pak Bud dan pak SBY ini. Tentunya hal tersebut dapat diimplementasikan jika kabinet yang dibentuk kini atau lebih dikenal dengan kabinet indonesia bersatu jilid 2 (KIB 2) ini memiliki integritas tinggi, prinsip kuat membangun good government, serta kapasitas profesionalisme dan juga tentunya tidak ada konflik kepentingan tertentu.

Berbicara tentang kabar jumlah menteri dan jabatan setingkatnya yang akan ditetapkan pak SBY, menurut info yang beredar nampaknya pak presiden akan memilih 36 orang untuk mengisi 34 pos kementerian/departemen dan dua posisi pejabat tinggi setingkat menteri, yakni Kepala Badan Intelijen Negara dan kepala BKPM. Untuk Komposisinya terdiri atas 15 orang mewakili kaum profesional, 6 orang dari Partai Demokrat, 4 orang dari Partai Golkar, 4 orang dari PKS, 3 orang dari PAN, serta masing-masing 2 orang dari PPP dan PKB. Sebanyak kurang lebih 36 calon menteri tersebut nantinya akan melakukan seleksi test secara bertahap, seperti adanya wawancara dengan presiden didampingi wapres, lalu setelah itu ada proses tes kesehatan termasuk kesehatan jiwa. Kemudian setelah selesai baru diumumkan dan dilantik.

Tak kalah penting yang juga dicelotehkan kebanyakan masyarakat apakah dalam proses pemilihan menteri ini benar-benar transparansi dan akuntabel atau hanyalah titipan atas partai-partai politik belaka sebagai ajang balas budi pengganti jasa kemenangan pemilu kemarin?? Tapi, nyatanya dengan tegas pak SBY selaku presiden RI periode 2009-2014 sekaligus yang bertanggung jawab penuh atas pemilihan menteri dan jabatan setingkatnya seolah menjawab dengan tegas pertanyaan ini, seperti yang tercantum melalui media http://www.kompas.com , diberitakan bahwa Presiden RI terpilih Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemilihan para menteri untuk Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid dua akan berjalan secara transparan dan akuntabel sehingga rakyat bisa mengetahui jalannya penunjukan para menteri itu mulai dari proses awal termasuk alasan penetapannya.

“Saya ingin rakyat mengetahui apa saja yang saya lakukan dibantu wapres terpilih Boediono dan tim kecil yang membantu saya dalam menyusun KIB jilid dua untuk memastikan dan membuktikan prosesnya tetap transparan, dalam arti proses kegiatan utamanya bisa diketahui rakyat, kredibel dengan berpedoman pada mekanisme sistem dan proses yang semestinya dan akuntabel dalam arti dapat dipertanggungjawabkan, kenapa kabinet mendatang strukturnya seperti itu dan sasarannya juga seperti itu,” kata Presiden dalam jumpa pers di kediaman Puri Cikeas Bogor, Rabu (14/10) malam.

Jika memang benar demikian, kita sebagai rakyat Indonesia sudah sewajibnya menghormati keputusan terbaik yang diambil demi bangsa ini dan juga mensupport, mendukung penuh upaya keras yang dilakukan bapak presiden SBY didampingi timnya dalam menentukan susunan menteri dalam KIB jilid 2 ini, dan memang jika kita telaah lebih mendetail orang yang bakal terpilih menduduki kursi kabinet ini bukanlah orang sembarangan, tetapi pasti terdapat kualitas, prestasi maupun nilai unggul pribadi yang dimiliki oleh masing-masing menteri ataupun setingkatnya yang akan ditetapkan.

Dengan skuad kabinet berwajah baru ini, sejatinya dari segi pemerintahan Insya Allah dapat memberi contoh positif bagi generasi mendatang, memberikan pencerahan baru, menopang setiap bidang kehidupan sekaligus mengayomi segenap rakyat Indonesia menuju kesejahteraan bermasyarakat maupun kemerdekaan hakiki dalam rangka mengisi pembangunan di segala bidang, di atas tanah air ini, tanah air tercinta, Indonesia Raya.

Categories: catatan tentang opini pribadi | Tags: | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

silakan tuliskan komentar pada kolom dibawah ini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: