Mencoba Mengupas Hikmah dari Seorang Isaac Newton

Berikut ini adalah sebuah kutipan riwayat hidup seorang tokoh ilmuan barat Newton yang sekiranya kita bisa mengambil pelajaran ataupun hikmah dari goresan perjalan hidupnya. Silahkan disimak :

NEWTON (1643-1727) Sir Isaac Newton adalah ilmuan terbesar sepanjang abad. Ia warga Negara inggris, ahli matematika, fisika, astronomi, fisika, astronomi, ahli filsafat, pengarang, guru besar, pengawas percetakan uang logam, anggota parlemen, Presiden Royal Society, mendapat gelar bangsawan, tidak beristri. Ia menemukan hukum gravitasi, hukum gerak, kalkulus, teleskop pantul, dan spectrum. Bukunya yang sangat masyhur berjudul principia dan optika.
Newton lahir di kota woolsthorpe(1643) dan meninggal di London(1727) pada umur 24 tahun. Jenazahnya di kuburkan di Westminster abbey. Masa kecil Newton cukup menyedihkan. Beberapa bulan sebelum ia lahir, ayahnya meninggal. Ayahnya petani. Newton sendiri lahir sebelum waktunya. Waktu lahir tubuhnya kurus dan kecil. Tak ada orang yang menduga bahwa ia akan hidup, apalagi hidup sampai 84 tahun! Ketika ia baru berumur tiga tahun, ibunya kawin lagi, nama ibunya hanna. Newton di titipkan pada neneknya. Pada umur 12 tahun Newton masuk King’s School di Grantham. Di sekolah ia sering diejek teman-temannya karena bodoh, pendiam, pemalu, pelamun, dan mudah tersinggung. Pada suatu hari ia diejek dan dipukul oleh seorang temannya yang bertubuh lebih besar. Karena sangat marah , kali ini Newton ingin memperlihatkan siapa sebenarnya dia itu. Ia membalas. Kemudian ia belajar dengan giat sekali sampai akhirnya berhasil menjadi juara kelas. Sejak itu teman-temannya tidak lagi berani mengganggunya lagi.
Pada umur 14 tahun ayah tirinya meninggal. Newton dan ibunya kembali ke Wollsthorpe. Oleh ibunya Newton siduruh menjadi petani. Tapi ia tak suka bekerja diladang. Maka atas anjuran pamannya ia berekolah lagi. Pada umur 18 tahun ia masuk universitas Cambridge. Di sini pun ia tidak begitu menonjol, bahkan ia pernah tidak lulus dalam mata kuliah geometri. Namun ia gemar sekali membaca. Ia membaca buku-buku matematika, fisika, astronomi, dan filsafat. Pada umur 22 tahun Newton menyelesaikan kuliahnya dan berhasil mencapai gelar Sarjana Muda. Pada waktu itu ada wabah penyakit dan Newton sekali lagi kembali ke woolsthorpe.
Menurut Voltaire, ahli filsafat perancis, pada suatu hari Newton berjalan-jalan di kebun sambil berfikir mengapa bulan bergerak mengelilingi bumi. Kemudian ia beristirahat di bawah pohon apel. Tak lama kemudian ia melihat buah apel jatuh dari pohon. Newton heran dan bertanya dalam hati, “Mengapa buah apel itu jatuh ke bawah? Mengapa tidak jatuh ke atas atau ke samping?” Ia berfikir dan menemukan jawabannya. Buah apel jatuh kebawah karena ditarik oleh gaya tarik bumi. Gaya tarik bumi itu ia beri nama gaya gravitasi. Tiap benda seperti bumi, bulan, matahari, planet, dan bintang, mempunyai gaya gravitasi.
Tiap benda mempunyai massa. Massa adalah jumlah materi (atom dan molekul) dalam suatu benda. Makin besar benda itu, makin besar massanya, dan makin besar pula gaya gravitasinya. Beribu-ribu tahun yang lalu bulan berjalan lurus mengikuti arahnya sendiri. Ketika dekat bumi, bulan ditarik oleh bumi. Maka arah perjalanannya berbelok, jadi melengkung. Itulah sebabnya bulan beredar mengelilingi bumi. Bila dikatakan secara sederhana, hukum gravitasi berbunyi demikian :
“Dua massa tarik-menarik. Makin dekat jarak kedua massa itu, makin besar pula gaya gravitasinya. Makin jauh jarak kedua massa itu, makin kecil gaya gravitasinya”. Bila dirumuskan dengan lebih cermat, hukum gravitasi berbunyi sebagai berikut : “Dua massa tarik-menarik. Besarnya gaya gravitasi antar dua massa berbanding lurus dengan hasil kali kedua massa dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara pusat-pusat kedua massa itu”.
Newton tidak hanya gemar membaca. Ia juga sering kali berfikir, membuat banyak eksperimen, dan mengarang. Hasil pemikiran dan eksperimennya ia catat dengan cermat ke dalam buku. Buku karya newton yang paling masyhur berjudul principia. Para ilmuan menganggap principia buku paling tinggi mutunya di dunia. Pada umur 59 tahun newton diangkat jadi Presiden Royal Society, Lembaga Ilmu Pengetahuan Inggris, semacam lipi di Indonesia. Lembaga itu bertaraf internasional. Tiap tahun ada pemilihan presiden baru. Tapi newton selalu terpilih lagi dan menduduki jabatan itu selama 25 tahun.
Begitulah sepintas gambaran perjalanan hidup seorang Newton. Catatan hidup yang cukup mengharukan, mulai dari kecil sampai kemudian ia tumbuh dewasa. Moga kita dapat mengambil manfaat dari cerita ini, tak perlu memandang seorang Newton dari benua apa, suku apa atau mungkin ras apa. Tapi terlepas dari itu, ada pelajaran penting yang harus kita ambil, sebagai pengetahuan di kemudian hari.

*Referensi : Kamus Penemu, karangan A. Haryono, penerbit Gramedia, 1996, Jakarta.

Citayam, 18 september 2009
Septian prima rusbariandi


Categories: tokoh | Tags: | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

silakan tuliskan komentar pada kolom dibawah ini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: