Betapa Mahalnya Harga Sebuah Ketelitian

Memegang erat sebuah komitmen kini telah menjadi bagian penting dalam melakukan setiap aktivitas. Karena dengan sendirinya suatu komitmen yang tangguh akan tumbuh berkembang menjadi sebuah keyakinan dan kemudian berkembang lagi sebagai  Niat. Tidak bisa kita mengelak bahwa niat menjadi langkah awal bagi kita dalam berpijak menelaah suatu kegiatan, apapun kegiatan itu.

Setelah benar-benar niat itu kita tanamkan, maka tinggal implementasinya lah yang harus kita perhatikan. Tak cukup hanya sekedar niat untuk menyelesaikan apa yang menjadi wacana aktivitas kita, tapi dibutuhkan kesabaran sekaligus keistiqomahan dalam mempertahankan niat yang sebelumnya telah kita tancapkan dalam hati maupun pikiran demi suatu tujuan yang kita harapkan dapat tercapai dengan baik. Karena terkadang tanpa adanya sabar, manusia cenderung terkesan menjadi tergesa-gesa, dan jikalau tergesa-gesa tengah menghampiri, ketelitian mungkin sulit kita temukan, seolah kita lupa akan betapa pentingnya arti sebuah ketelitian, sebab banyak dari manusia berbuat kesalahan yang diluar kehendak karena luput dari ketelitian. Inilah yang sebenarnya harus kita renungi, bahwa rasanya harga untuk satu ketelitian sangatlah mahal bila kesalahan besar itu telah datang, buah hasil tidak adanya suatu ketelitian. Entah sudah berapa banyak orang yang harus gagal walupun sudah mengeluarkan segenap jerih payahnya namun karena kurangnya ketelitian, mereka harus merelakan kegagalannya itu di menit-menit akhir, sangat disayangkan pastinya.

Oleh karenanya, satu hal yang harus kita pegang, yang mampu memberikan tameng sekaligus perlindungan, tak bukan dan tak lain adalah Doa kaum Muslim, karena doa menjadi pegangan bagi kita dalam bertindak, dalam menjalankan aktivitas kehidupan, memohon kepada Allah Ta’ala dengan penuh pengharapan ridho-Nya.  Paling tidak Doa yang tulus dapat menentramkan hati kita agar bisa lebih ikhlas dalam beraktivitas, lebih bersabar, lebih kuat beristiqomah, lebih bisa memfokuskan diri, sehingga terjauhkan dari sifat ketergesa-gesaan, dan pada akhirnya ketelitian akan selalu meghampiri kita.  Berbicara sabar tentunya kita ingat cukup banyak dibahas tentang kesabaran dalam Al-Quran diantaranya ialah seperti yang terfirman dalam Al-Quran, surat Al-Baqarah ayat 153 yang berbunyi :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu *99, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

*99 Ada pula yang mengartikan: mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.


Adapun surat Ali-Imran, ayat 146, yang berbunyi :

وَكَأَيِّن مِّن نَّبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُواْ لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَمَا ضَعُفُواْ وَمَا اسْتَكَانُواْ وَاللّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ


Artinya :

“dan berapa banyaknya Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar”.

dan dalam surat Al-Baqarah, ayat 249 :

فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِالْجُنُودِ قَالَ إِنَّ اللّهَ مُبْتَلِيكُم بِنَهَرٍ فَمَن شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَمَن لَّمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي إِلاَّ مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ فَشَرِبُواْ مِنْهُ إِلاَّ قَلِيلاً مِّنْهُمْ فَلَمَّا جَاوَزَهُ هُوَ وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَهُ قَالُواْ لاَ طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنودِهِ قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُوا اللّهِ كَم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللّهِ وَاللّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya :

‘Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. dan Barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, Maka Dia adalah pengikutku.” kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama Dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: “Tak ada kesanggupan Kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. dan Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Tingkat urgensi dari sebuah ketelitian tak dapat kita pungkiri lagi harus sangatlah diperhatikan, dan menjadi tugas kita dikemudian hari kelak untuk bisa lebih teliti, lebih bersabar dalam memecahkan ataupun menuntaskan suatu kewajiban kita. Optimis akan datangnya pertolongan Allah Ta’ala, rasanya membuat hati ini terasa bening, tentram dalam menyikapi fenomena kehidupan ini.

Septian Prima Rusbariandi

Citayam , 26 februari 2010

sumber gambar : http://aswan.files.wordpress.com/2007/11/windowslivewriterrisetmewahtapiharus-e58bkaca-pembesar-resizer8.jpg

$yg•ƒr¯»tƒ z`ƒÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qãY‹ÏètGó™$# Ύö9¢Á9$$Î/ Ío4qn=¢Á9$#ur 4 ¨bÎ) ©!$# yìtB tûïΎÉ9»¢Á9$#

Categories: catatan tentang opini pribadi | Tags: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

silakan tuliskan komentar pada kolom dibawah ini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: