Perlindungan Sebuah Harga Diri

Pernah memang terbesit dalam benak kita berbagai lintasan pertanyaan. Dengan sedikit meluangkan waktu , kita pun berusaha menjawab sebisa mungkin menjawab pertanyaan tersebut walau pada akhirnya ada pertanyaan yang mampu terjawab dan adapula pertanyaan yang harus tercecer begitu saja hanya karena tak mampu terjawab. Wajar saja bila pada kenyataannya ada pertanyaan yang tak terjawab, sebab pada hakikatnya otak manusia mustahil memaksakan sesuatu yang tidak diketahuinya. Lantas, bagaimana jika ada seseorang yang ditanyakan tentang kualitas dirinya…? Jelas pertanyaan semacam ini mampu dijawab setiap individu manusia dewasa walau mungkin membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk menjawab dengan jawaban yang sebenar-benarnya.

Sepintas dengan kasatan mata, kadar harga diri seseorang pasti sulit untuk diketahui bahkan ada sebagian yang berpendapat bahwa merupakan suatu keanehan jika hal yang tidak nampak secara jelas harus dilakukan penilaian. Tetapi inilah dunia yang pernah kita jumpai, sudah ketetapan bagi setiap manusia yang terlahir untuk memperjuangkan harga dirinya, sesuai porsinya, kemampuannya dan terpenting ialah dengan sewajarnya. Didasari dengan berfikir jernih, sah-sah saja sebenarnya bila setiap jiwa yang hidup mencoba mengukur seberapa mahal harga yang sejatinya melekat kepada dirinya. Tentunya pula harus berlandaskan dengan tolak ukur yang pantas untuk dijadikan sebagai parameter, apakah itu dari segi kekayaan harta, kecerdasan ilmu pengetahuan, kewibawaan, kekuasaan atau mungkin dari segi kebermanfaatan atas kontribusi yang dicurahkan terhadap orang lain.
Betapa pun banyaknya hal yang dapat dijadikan tolak ukur penilaian, pastinya pemikiran yang ada dalam setiap kepala seseorang ialah cenderung bersifat relatif, tergantung dari sisi mana ia ingin memberikan penilaian. Kendatipun demikian adanya, sangatlah terbilang pantas bila seseorang mau meluangkan waktunya untuk sedikit merenungi seberapa besar harga diri yang disandangnya, toh ini hanyalah sebagai bahan koreksi/instrospeksi diri akan sekian waktu dan perjuangan yang telah dilalui setiap jiwa manusia. Karenanya bilamana hal seperti ini dianggap sebagai sesuatu yang tidak begitu penting, adalah menjadi suatu pertanyaan besar nantinya yang teramat patut dipertanyakan , jika seseorang sudah tiada lagi berharga dirinya, dengan kata lain orang tersebut telah kehilangan apa yang disebut sebagai harga diri, semua kalangan kerabat, keluarga, lebih-lebih masyarakat luar sudah tanpa teganya menganggap orang tersebut sebagai (maaf) “sampah masyarakat”, sangat mengerikan bin menakutkan memang.
Oleh karenanya, menjadi sebuah kewajiban bagi setiap anak adam untuk mengukur atau setidaknya merenungi seberapa besar peranan dirinya terhadap dunia yang begitu luas ini, seberapa besar kontribusi terhadap masyarakat sekitar, keluarga ataupun para kerabatnya, agar sekiranya anugrah dan karunia yang Tuhan berikan atas terlahirnya diri seorang manusia ke dunia dapatlah berharga dan senantiasa tak satu manusia pun yang pantas & layak mengatakan bahwa orang tersebut hanyalah sia-sia dihidupkan ke dunia ini (meski sesungguhnya kita juga harus percaya akan sebuah ketetapan taqdir Tuhan). Semoga kita turut pula menjadi bagian dari orang-orang yang bisa berkontribusi terhadap sesama, walau sekecil apapun pengorbanan akan kontribusi itu.

Categories: catatan tentang opini pribadi | Tags: , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

silakan tuliskan komentar pada kolom dibawah ini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: