Membuang Rasa Pesimis

Rasa pesimis yang senantiasa menyelimuti setiap insan manusia kadang menjadi beban tersendiri bagi yang merasakannya. Mereka seolah sudah tidak memiliki rasa percaya diri lagi untuk menghadapi kenyataan yang seharusnya ditempuh. Padahal jika kita mampu sejenak untuk berfikir jernih, pesimis hanyalah sebuah perasaan, yang mana perasaan kapan saja bisa berubah tergantung bagaimana kita mengendalikannya. Kita pun menyadari bahwa rasa pesimis yang biasa muncul pastinya dipengaruhi oleh beberapa faktor, apakah itu dari faktor jejak masa lalunya, lingkungan sehari-hari, atau mungkin ketiadaan ilmu yang seharusnya melekat dalam diri manusia. Tergolong mengerikan ketika seseorang masih saja terbelenggu dengan terus terhanyut dalam bayang-bayang masa lalu yang hanya akan membuang-buang waktunya saja.

Cukuplah kita petik pelajaran/hikmah dari masa lalu yang sekiranya bisa kita jadikan pengalaman dikemudian hari. Seperti yang pernah saya dengar dari KH. Zaenudin MZ. Bahwa “adalah suatu keharusan bagi manusia untuk terus bergerak, melangkah ke depan, karena berdiam diri hanya akan menjadikan kita terinjak oleh manusia-manusia lain yang sedang ingin melesat jauh ke depan, sedangkan jika kita lebih memilih ke belakang atau berjalan mundur, jelas kita akan binasa karena tertabrak arus lesatan orang lain.” Jadi, sungguhlah benar memang, kerugianlah apabila mengungkit masa lalu dengan terlalu berlebihan, tapi ada baiknya cukup sealakedarnya saja. Begitupun Tuhan menciptakan kepala kita dengan wajah yang menatap kedepan, kalaupun harus memutar wajah/kepala, kita hanya mampu memutarnya maksimal lebih kurang 90 derajat. Mustahil untuk dapat memutar ke belakang, kecuali jika kita memutar badan kita, sungguh kita bisa mengambil pelajaran dari nikmat yang deberikan oleh-Nya.

Faktor kedua yang tak kalah berpengarunya ialah lingkungan. Suasana maupun kondisi yang ada di sekeliling manusia akan sangat mempengaruhi kemana jati dirinya akan disesuaikan. Manusia yang memiliki tabiat untuk selalu beradaptasi pada lingkungannya, sedapat mungkin akan berusaha bagaimana agar sekiranya ia dapat mengimbangi dirinya terhadap lingkungannya. Jika lingkungannya mengajak pada situasi yang pesimis, kemungkinan besar cipratan pesimis tersebut akan mengarah pada setiap orang yang ada dalam lingkungan itu, dan juga sebaliknya, jika lingkungan cenderung kepada jiwa-jiwa yang optimis, sangat mungkin nantinya orang yang berada dalam lingkungan tersebut terbawa untuk ikut berjiwa optimis.

Dan faktor yang ketiga ialah faktor ketiadaan ilmu dalam diri manusia itu sendiri. Sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, menghadapi bidang yang baru di tambah lagi dengan tidak adanya pengetahuan bagi kita untuk menyelesaikan suatu aktivitas, maka rasa ketidaktahuan inilah yang akan memupuk rasa pesimis dalam diri. Namun, sebaliknya justru kita akan menjadi percaya diri, bila sebelumnya kita sudah memiliki pengetahuan tentang aktivitas yang akan kita lakoni, lebih-lebih dengan dilakukannya banyak latihan-latihan guna memcapai target atau tujuan yang ingin kita capai. Pada akhirnya yang sangat utamanya dalam membuang jauh-jauh rasa pesimis ialah menyerahkan diri secara totalitas (tawakal). Tawakal adalah kesungguhan hati dalam bersandar kepada Alloh Ta’ala untuk mendapatkan kemaslahatan serta mencegah bahaya, baik menyangkut urusan dunia maupun akhirat. Alloh Ta’ala berfirman yang artinya, ”Dan barangsiapa bertaqwa kepada Alloh, niscaya Dia akan jadikan baginya jalan keluar dan memberi rizqi dari arah yang tiada ia sangka-sangka, dan barangsiapa bertawakal kepada Alloh, maka Dia itu cukup baginya.” (Ath Tholaq: 2-3). Semoga kita tetap tegar untuk terus berjalan penuh rasa kepercayaan diri (optimis), dan menjauhi rasa pesimis yang senantiasa menyelimuti diri ini. Amin ya robbal alamin.

Categories: catatan tentang opini pribadi | Tags: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

silakan tuliskan komentar pada kolom dibawah ini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: