Merindukan Kebeningan Hati

Oh hati, mengapa engkau kini
mengajak ku ke jurang kebodohan
tolong bicarakan pada ku
apa masalah mu sehingga kau,
memilih untuk membisu…

tentang yang lalu biarkan ia berlalu
semakin perih rasanya jika harus dibahas
mari bersama kita tatap masa depan
janganlah engkau menjadi mental pemurung
sungguh dalam jiwa dan raga ku
engkau adalah raja, yang mengarahkan
kemana kita seharusnya bersikap

atau mungkin penyakit masih menyelimuti
sehingga kau masih merasa tersakiti
maaf wahai raja, ingin aku melihat
kebeningan yang dulu engkau tampakkan
maaf jika kemarin-kemarin diri ini
kurang bisa mengikuti kata-kata mu
dan kini biarkan lah aku yang menghapus sendiri
noda-noda lampau yang mengotori kefitrahan mu…

mari kita bangun kembali
kekompakan yang dulu pernah ada
marilah kita bergandeng bersama
memohonkan ampun kepada Sang Khaliq
sungguh jika kau selalu merasa sedih,
maka aku pun juga turut bersedih
mari kita mulai kembali dari awal
walau harus tertatih-tatih
karena perjalanan kita di kolong langit ini
masih teramat sangat panjang
kalau boleh aku kutip
salah satu hadist Nabi Muhammad saw
bahwa ” bekerjalah kamu seakan-akan
kamu akan hidup selama-lamanya, dan
beribadahlah kamu seakan kamu akan mati besok”
semoga langkah awal ini senantiasa
mendapatkan ridho dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala , Amin

sumber gambar :

http://ifateha.wordpress.com/2009/02/26/embun-hati/

Iklan
Categories: catatan lepas septian, catatan tentang opini pribadi | Tag: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

silakan tuliskan komentar pada kolom dibawah ini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: