Bersikap Profesional dalam Menentukan Keputusan Pembelian

Tema : Pembuatan Keputusan Konsumen

Judul : Bersikap Profesional dalam Menentukan Keputusan Pembelian

Oleh :

Septian Prima Rusbariandi

Fakultas Ekonomi, Departemen Manajemen



 

Manusia sering sekali dihadapi dengan berbagai macam pilihan, dimana mereka diharuskan memilih satu pilihan yang dianggapnya terbaik diantara beberapa alternatif yang ada. Dalam halnya proses pemilihan tersebut, pastinya mereka akan berhadapan dengan suatu moment yang mewajibkan mereka mengambil keputusan. Khusus untuk pengambilan keputusan oleh konsumen terhadap barang atau jasa yang akan dibeli, ada beberapa tahapan yang harus diketahui konsumen agar mereka mampu bersikap profesional, adapun proses pembuatan keputusan konsumen (untuk membeli atau tidak membeli) tersebut ialah mencakup : 1. Perumusan masalah, 2. Pengumpulan informasi, 3. Pengembangan dan penilaian alternatif, 4. Penentuan alternatif terbaik dan 5. Kegiatan setelah keputusan diambil. *(Teguh Budiarto, 1993, hal 33).

Contoh yang dapat kita ambil adalah seperti seorang kakek yang ingin membeli susu untuk menjaga kesehatan tulangnya. Namun sebelum kakek tersebut berfikir untuk ingin membeli susu, tentunya ada suatu penyebab (masalah) yang mungkin menghampirinya sehingga timbul keinginan pada kekek itu untuk membeli susu. Dalam contoh kali ini kita akan coba merinci kasus yang dialami kakek tersebut kedalam proses pembuatan keputusan konsumen. Hal pertama yang perlu diperhatikan ialah masalah. Berkaitan dengan contoh kasus yang dialami sang kakek dapat kita telusuri bahwa ada permasalahan yang sebenarnya menyelimutinya. Diusianya yang beranjak lanjut usia, si Kakek khawatir jika pada masa-masa mendatang akan timbul pada dirinya suatu penyakit yang biasa dikenal dengan osteoporosis, atau keropos tulang yang merupakan keadaan dimana tulang menjadi keropos, rapuh dan mudah patah.

Hal keduanya ialah Informasi. Demi mendukung proses pembutan keputusan oleh si Kakek, maka sangat dibutuhkan informasi yang cukup memadai mengenai susu seperti apa yang hendak akan dibeli. Informasi tersebut dapat saja diperoleh dari pelayan toko susu bersangkutan,  dari resep yang telah dianjurkan oleh Dokter, pengalaman dari orang-orang yang telah lebih dulu membeli, dsb. Hal ketiga berkaitan tentang evaluasi alternatif. Keputusan untuk membeli atau tidak membeli susu sangat pula dipengaruhi oleh pertimbangan atribut dari produk susu tersebut, seperti dalam hal manfaatnya maupun dalam hal kekurangan-kekurangan yang ada. Dengan berbagai pertimbangan yang ada, si Kakek nantinya akan lebih tertolong dalam menentukan keputusan yang akan dibuatnya. Hal selanjutnya yang mesti dilakukan sang Kakek ialah mengambil keputusan pembelian (atau tidak ), (apa, berapa, dimana, kapan ,dll). Dan hal yang terakhir yang tak kalah pentingnya ialah perilaku tindak lanjut setelah pembelian. Setelah si Kakek mencoba susu yang telah dibelinya, maka dengan pengalaman mencoba susu yang dibelinya itu sang Kakek dapat menentukan tindakan selanjutnya, apakah akan meneruskan membeli susu pilihan sebelumnya atau justru memilih susu dengan merk yang lainnya.

Dari penjabaran contoh kasus diatas, dapat kita simpulkan bahwa seorang konsumen yang profesional jelas akan mengikuti tahapan demi tahapan dari proses pengambilan keputusan tersebut dengan penuh ketelitian. Konsumen tidak akan terlalu tergesa-gesa untuk menentukan apa yang menjadi pilihannya, melainkan mereka mempertimbangkan terlebih dahulu dari sekian banyak alternatif yang muncul, barulah kemudian mereka membuat satu keputusan pembelian yang dirasa merupakan keputusan yang terbaik.

Referensi :

* Budiarto, Teguh (1993). Seri Diktat Kuliah Dasar Pemasaran. Jakarta: Penerbit Gunadarma.

* http://www.scribd.com/doc/11093360/Osteoporosis

Categories: ekonomi - (perilaku konsumen) | Tags: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

silakan tuliskan komentar pada kolom dibawah ini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: