Penyesuaian Diri Terhadap Perkembangan Zaman Dengan Berhemat

Tema : Model Perilaku Konsumen
Judul : Penyesuaian Diri Terhadap Perkembangan Zaman Dengan Berhemat
Oleh :
Septian Prima Rusbariandi
Fakultas Ekonomi, Departemen Manajemen


 

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mengalami peningkatan seiring dengan berkembangnya zaman. Segala kebutuhan manusia menjadi sesuatu yang harus terpenuhi ditengah kelangkaan maupun keterbatasan yang semakin menganga. Dengan keterbatasan ini konsumen jelas akan memutar otak untuk bagaimana sedapatnya kebutuhan yang langka itu menjadi tetap bisa terpenuhi. Setiap konsumen pasti mempunyai cara tersendiri dalam menyikapi segenap problematika yang ada. Mereka mengekspresikan perilakunya dalam cara yang dia yakini benar dan bermanfaat baginya. Perilaku-perilaku tersebut dapat pula dijelaskan melalui model analisa yang mampu memberikan gambaran secara garis besarnya.

Suatu keputusan pembelian konsumen untuk membeli atau tidak membeli merupakan respon dari perilaku atas stimulan yang diterima konsumen. Model yang mendasarkan pada arus proses perilaku konsuemen ini sering dikenal sebagai model rangsangan-tanggapan (stimulus-respons model).* Stimulan yang merupakan masukan proses dibedakan dari masukan dari perusahaan dan rangsangan dari lingkungan konsumen itu sendiri. Untuk proses pengambilan keputusan dipengaruhi oleh faktor personal dan sosial konsumen. Sedangkan respons perilaku konsumen sebagai faktor keluaran dapat merupakan keputusan pembelian (termasuk pembelian selanjutnya) atau tidak melakukan pembelian (menolak penawaran produk selanjutnya).

Seperti contoh kasus yang saya kutip dari TEMPO Interaktif, Jakarta– mengatakan bahwa Konsumen Indonesia memilih berhemat dalam membelanjakan uangnya. “Sebanyak 31 persen konsumen memlih berhemat karena untuk membeli bensin dan listrik,” kata Managing Director The Nielsen Company Indonesia, Catherine Eddy di Jakarta, Kamis (28/10). Pernyataan diatas menyatakan bahwa konsumen segera merespon atau menanggapi kenaikan harga listrik dan beratnya harga bensin dengan menghemat biaya pengeluaran demi menunjang pengeluaran terhadap bensin dan listrik tersebut. Dapat kita analisis bahwa kenaikan harga tarif dasar listrik dan terasa beratnya harga bensin merupakan sebuah stimulus yang sangat mempengaruhi konsumen. Dan disisi lain strategi alternatif yang ditempuh konsumen untuk menyesuaikan diri dengan cara menghemat pengeluaran terhadap hal-hal yang tidak penting merupakan respons atau tanggapan dari stimulus yang ditimbulkan. Jadi dalam kehidupan sehari-hari pun kita sangat bisa untuk melihat seperti apa kiranya model perilaku konsumen, salah satunya melalui metode rangsangan-tanggapan(stimulus-respons model).

Referensi :

* Budiarto, Teguh (1993). Seri Diktat Kuliah Dasar Pemasaran. Jakarta: Penerbit Gunadarma..

* http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2010/10/28/brk,20101028-287829,id.html

Iklan
Categories: ekonomi - (perilaku konsumen) | Tag: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

silakan tuliskan komentar pada kolom dibawah ini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: