Penyakit ’belek’ !! Waspadai kebutaan, Jangan asal gunakan tetes mata

Bagi penderita belek diingatkan agar tidak menggunakan tetes mata sembarangan karena kalau tidak benar bisa mengakibatkan kebutaan.

Bahkan, masyarakat seolah menyakini satu merek obat tetes mata yang dianggap manjur mengatasi penyakit belek. Namun, tanpa disadari, pemakaian tetes mata secara sembarangan, justru membahayakan kondisi mata.

Pakar penyakit mata dari RS Islam Sultan Agung, dr Harka Prasetya SpM, mengungkapkan, memang penyakit belek pada umumnya tidak berbahaya. Dalam kondisi tertentu, penyakit tersebut bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan. Namun begitu, pengobatan yang tidak sesuai justru dapat memperparah kondisi mata.

’’Penggunaan obat mata tidak boleh sembarangan. Salah penggunaan, bisa berakibat pada infeksi, atau bahkan bisa menyebabkan kebutaan. Memang, selama ini, ada satu obat tetes mata yang seolah menjadi obat wajib yang dapat menyembuhkan belek. Tapi, penggunaan yang tidak rasional, justru bisa berakibat negatif,” terangnya kepada Wawasan, pagi tadi.

Diakui, sekarang ini tidaklah sulit untuk mendapatkan berbagai jenis obat tetes mata. Dari tetes mata untuk mencegah iritasi, hingga yang mengandung antibiotik. Penggunaannya pun harus disesuaikan dengan penyakit yang ada, dan tidak mengesampingkan dosis yang dianjurkan.

’’Sama seperti obat lainnya, di balik manfaatnya, pemakaian yang tidak benar justru berpotensi timbulnya efek negatif. Misalnya penggunaan obat mata yang mengandung antibiotik. Penggunaan yang tidak rasional, mengakibatkan matinya kuman komensol yang berfungsi melawan kuman berbahaya. Dengan begitu, mata menjadi lebih mudah sakit,” jelasnya.

Langsung
Dijelaskan, penyakit belek memang biasa terjadi saat pancaroba. Selain karena terjadi perubahan cuaca, ditambah banyaknya debu dan kuman yang berterbangan, pada peralihan musim, biasanya kondisi tubuh pun menurun. Hal tersebut yang menyebabkan menurunnya kemampuan tubuh untuk melindungi diri dari penyakit. Terbatasnya kekebalan tubuh pada anak-anak dan orang lanjut usia juga membuat mereka lebih rentan terjangkit penyakit itu.

Penyakit belek, kata dr Harka, bisa menular secara langsung, yakni kontak tangan dengan penderita, penggunaan handuk maupun peralatan mandi secara bersamaan, serta kontak dengan benda yang tercemar.

Selain itu, penyebarannya bisa melalui udara, di mana udara yang tercemar masuk ke dalam saluran pernafasan. Saat orang tersebut bernafas, kuman yang masuk akan menyebar. Karenanya, jika dalam satu keluarga ada yang menderita konjunctivitis, kemungkinan besar seluruh anggota keluarga akan tertular.

’’Beberapa minggu terakhir, penderita penyakit belek memang meningkat. Dalam sehari, saya bisa menangani sekitar lima pasien. Namun, kebanyakan memang disebabkan bakteri. Selain bakteri, ada pula yang disebabkan oleh virus, jamur, iritasi, atau alergi,” ujar dr Harka.

Untuk menghindari penularan penyakit belek, tutur dia, sebaiknya hindari kontak dengan sumber penyakit. Selain itu, jaga kondisi tubuh dengan istirahat yang cukup dan asupan nutrisi seimbang. Tidak terkecuali, menjaga kebersihan tangan dan hindari kebiasaan sering memegang mata. Ully Yn

SUMBER : http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=22238&Itemid

 

Iklan
Categories: info kesehatan | Tag: | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

silakan tuliskan komentar pada kolom dibawah ini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: