Diambang Perbatasan Jalan

Mereka mengarungi sisa waktunya penuh kesabaran

Berbarengan kesadaran tentang tujuan perjalanan

Difokuskannya segenap hati dan pikiran

Hanya untuk menggapai apa yang ia cita-citakan

Cita-cita mulia yang tak satupun manusia mengetahuinya

Tak sedikitpun terselip rasa takut yang menghantuinya

Karena dia pun yakin Tuhan kan meridhoi perjuangannya itu

Perjuangan untuk merealisasikan sebuah kebenaran…

Categories: catatan lepas septian | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

silakan tuliskan komentar pada kolom dibawah ini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: