Gejolak Krisis Kepemimpinan di Libya

Mengapa judul yang tertulis membahas krisis kepemimpinan ?  Cukup menggelisahkan memang ketika kita melihat keadaan yang terjadi di Libya sekarang ini. Maret 2011 menjadi saksi bisu dari peristiwa yang terjadi di Libya. Masyarakat Libya yang melakukan protes terhadap pimpinanannya Moamar Khadafi untuk turun tahta setelah berkuasa sekitar hampir 40 tahun lamanya, tanpa terkira harus mendapat perlawanan mentah-mentah dari pimpinannya itu.

Perlawanan tersebut tidak bisa dianggap remeh mengingat warga sipil Libya bisa saja menjadi korban sasaran dari kebrutalan militer-militer Libya yang pro terhadap Khadafi. Aneh memang, sebuah negara dengan kekayaan minyak bumi yang terbilang melimpah harus merasakan sebuah kekakuan atas sebuah kepemimpinan terhadap rakyaknya. Libya dibuat oleh oknum-oknum tertentu seolah tak memiliki pilihan pemimpin lagi, seolah nampak adanya sebuah krisis kepemimpinan.

Bila kita cerna lebih dalam lagi, sesungguhnya rakyat Libya harus kompak dalam menyuarakan sebuah kebenaran, jika kita lihat misalnya apa yang terjadi di Mesir. Presiden Mubarak yang dituntut mundur oleh rakyatnya sendiri pada akhirnya harus menuruti keinginan rakyatnnya. Tapi tidaklah demikan adanya pada Libya, disaat mayoritas rakyat kecil menginginkan kepemimpinan yang lebih segar, sayangnya masih ada saja pihak-pihak dari rakyat Libya sendiri yang menafikan keinginan nurani atas sebuah kepemimpinan baru di Libya. Karena apabila yang terjadi pada rakyat Libya adalah satu kata, menjunjung asas kebersamaan dan persatuaan diantara rakyat, pasti sudah jauh-jauh hari pimpinannya tersebut akan mundur.

Maka tidak aneh pula jika kemudian pihak barat mesti mengambil alih konflik internal yang terjadi di negara Libya. Mungkin ini menjadi ujian tersendiri bagi rakyat Libya yang kurang menjunjung persatuaan antar semua lapisan warga masyarakatnya. Sebenarnya jika ingin lebih arif dalam menyikapi konflik di Libya ini, liga arab atau persatuaan negara-negara timur tengahlah yang paling berhak ikut campur dalam konflik ini, namun disitulah letak permasalahannya, liga arab cenderung lambat dalam mengambil tindakan, sehingga pihak barat segera dengan lahapnya mengambil alih konflik yang terjadi di Libya.

Semoga apa yang dilakukan pihak barat terhadap Libya memiliki niatan yang baik, dalam artian bahwa pihak barat hanya mempunyai satu tujuan yaitu menstabilkan keadaan di Libya sekaligus memenuhi permintaan rakyat Libya atas mundurnya presiden lamanya Moamar Khadafi. Kita sebagai bangsa Indonesia yang mengecam penjajahan diatas muka bumu sangat tidak ingin jika sampai ada pihak-pihak yang mencoba mencari kesempatan dalam kesempitan. Dan apa yang telah dilakukan terhadap pihak barat sekarang ini semoga membuahkan hasil yang positif baik bagi Libya khususnya dan bagi umat manusia sedunia umumnya. Amin.

ian-23

SUMBER GAMBAR :

Iklan
Categories: catatan tentang opini pribadi | Tag: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

silakan tuliskan komentar pada kolom dibawah ini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: