Kemelankonisan dan Kephlegmatisan

Raganya hanya bisa terdiam sambil mengamati situasi disekelilingnya. Dalam pengamatannya itu benar-benar dipikirkan secara mendalam apakah ada sesuatu manfaat yang bisa raih. Sebenarnya yang diam itu hanyalah raganya, tetapi tidak untuk hati dan pikirannya. Sifat ambisinya kadang harus dibayar mahal karena telah melewatkan begitu saja kesempatan-kesempatan terbaik yang pernah ada. Meski demikian, ia mencoba kokoh terhadap apa yang telah menjadi prinsip hidupnya, dia itu sangat menyakini dengan ambisinya itu, sampai-sampai banyak sesamanya yang merasakan suatu keheranan, mengapa dia berlaku demikian.

Pikiran heningnya tak bisa lepas dari cita-cita masa kecilnya. Sebuah kumpulan huruf yang keluar dari lisannya untuk menggambarkan sejelas mungkin cita-cita kehidupan, sampai kini masih tetap melekat keras dalam memori ingatannya.  Ditengah sifat diamnya, kenyataan yang kini melanda merkecamuk keras dengan segala ambisi hidupnya, cita-cita yang ingin diwujudkannya mesti berkebalikan atau jauh dari fakta yang ia temukan. Sangatlah malu lagi terhina ia rasakan ketika hidupnya seolah tak mengenal konsistensi, karakternya yang kuat seolah meluntur seiring ketidakmampuannya bersabar terhadap apa yang tengah menjadi kenyataan duniawi.

Sikap yang ia tunjukan seperti itu hanyalah akan mengajaknya secara perlahan ke lubang keterpurukan. Harusnya ia bangkit, ia tumbuhkan optimisme kehidupan, ia coba temukan lagi karakter hidupnya yang sejati, ia pikirkan kehidupan sesama, ia lupakan keambisian duniawi yang tak berdasar, ia fokuskan untuk mewujudkan cita-cita mulia, hanya untuk satu tujuannya yakni meraih ridho Rabbnya.

septian prima r.

Categories: bangkitkan motivasi hidup !, catatan tentang 'perasaan ' | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

silakan tuliskan komentar pada kolom dibawah ini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: