Energi Kehidupan

ENERGI KEHIDUPAN

Bismillahirrahmaanirrahiim

Kembali ingin aku menuliskan yang tersirat dalam pikiranku.

Bila ditanya kepada setiap jiwa yang hidup, seberapa pentingkah energi diperlukan untuk menunjang kehidupannya. Jawabnya tentu sangatlah penting. Energi sangatlah dibutuhkan bagi setiap jiwa yang hidup. Tanpa energi besar kemungkinan dia akan menghadapi suatu kesulitan dalam proses perjalanan hidupnya itu. Namun energi yang saya maksud di sini adalah energi yang lahir dari sebuah sikap, energi murni yang muncul dari hati yang bersih keluar memancar sehingga menjadi sinar pencerah bagi siapa saja yang mampu untuk menghadirkannya.

Mengapa tidak kita bicarakan saja energi yang sejatinya kita lihat secara lahiriah, dalam artian energi yang bisa di dapatkan dengan mengkonsumsi suatu makanan ataupun minuman? kali ini nampaknya kita mesti alihkan dulu orientasi kita kepada energi yang banyak orang lupakan, dan kurang daripada seseorang untuk memperhatikannya. Karenanya betapa banyak diluar sana, orang-orang yang energi fisiknya begitu kuat disebabkan makanan yang masuk ke dalam tubuhnya, tapi tidaklah demikian halnya dengan energi psikis yang ada dalam jiwanya. Badannya begitu tegar lagi kokoh, namun sebenarnya jiwanya sangat rapuh, dia merasakan kebingungan akan kurangnya energi psikis yang semestinya memenuhi relung hidup jiwanya.

Inilah yang saat ini, di zaman globalisasi seperti sekarang ini telah menjadi fenomena bagi sebagian besar masyarakat modern. Ketika kita terjebak dalam kesalahan menafsirkan energi kehidupan yang sebenarnya. Kita menganggap bahwa dengan hidup penuh serba keber’adaan’, maka energi akan bisa didapatkan. Memang keber’adaan’ itu mampu menyumbang energi tetapi tidak untuk energi yang hakiki. Lantas bagaimana jiwa yang hidup dapat melahirkan energi kehidupan yang dimaksud?


Nah disinilah hal yang menarik untuk kita bahas, sumber kekuatan atau energi itu bisa dengan mudah ditumbuhkan jika seseorang telah mampu setidaknya mengimplementasikan sikap sabar dan syukur serta rasa ikhlas yang mendalam akan ketentuan-Nya. Begitu mudah memang jika kita mengucapkan ketiga sikap tersebut, tetapi jika kita telusuri lebih dalam, alangkah lapang dan bahaginya jiwa seseorang jika ia telah mampu memadukan ketiga sikap tersebut. Sebuah keindahan yang diajarkan oleh Islam, dimana ketika seorang muslim itu diberikan limpahan rezeki dari Tuhannya maka dia bersyukur dan jika ditimpa sebuah tantangan atau ujian maka dia mencoba bersabar, ditambah lagi dengan balutan ikhlas sehingga dengan begitu lahirlah dalam batinnya sebuah energi psikis yang menjadi modal atau kekuatan untuk tetap bisa dengan penuh ketentraman sekaligus semangat juang untuk melewati hari demi hari, detik demi detik dalam catatan kehidupan di dunia ini.


Sehingga dengan begitu tidak lagi ada kata-kata kegalauan yang muncul, tidak ada lagi perasaan resah yang membungkam di dada, tetapi yang ada hanyalah energi murni yang mencerahkan kehidupan karena telah sadar bagaimana seharusnya bersikap. Sungguh ketika kita dengan sadar mampu menghadirkan energi psikis untuk hadir ke dalam jiwa kita, maka ketika itu pulalah akan hadir luapan semangat yang menyadarkan kita tentang manisnya sebuah anugerah kehidupan.

Wallahu a’lam bishowab.

citayam, pukul 3:53 waktu dinihari

Septian prima r. 

sumber gambar :

Iklan
Categories: catatan tentang opini pribadi | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

silakan tuliskan komentar pada kolom dibawah ini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: