Rehat Sejenak

Pagi itu masih di sekitar taman sederhana di areal kampus, aku lihat tetesan air jatuh berirama membasahi bebatuan, entah kawan.. air itu berasal dari mana, tapi satu hal yang pasti keberadaan tetesan air pagi itu yang juga bersamaan dengan sinar matahari pagi dalam pendengaran yang hening begitu mensejukkan suasana perasaan ini di pagi itu.🙂

Sungguh beruntung bila kita cermati ada orang-orang yang jiwanya merasa tentram, tenang tiada diterpa kegalauan sedikitpun. Mengapa kita sebut beruntung? Karena di zaman modern seperti sekarang ini, betapa banyak orang-orang yang hartanya berimpah ruah, kesehatannya begitu fit, suasana alam sekitar yang sangat mempesona namun hal itu tidak kunjung bisa membuat jiwanya tenang. Begitulah kawan, kita sadari secara mendalam bahwa ketenangan jiwa tidak seratus persen dapat diraih oleh hal-hal keduniawian. Kita pahami atau tidak, ada unsur selain keduniawian yang menjadi obat ampuh lagi mujarab untuk mengobati hati yang teramat gelisah, melenyapkan perasaan duka yang tiada bermanfaat. Dan salah satu unsur atau obat tersebut ialah mendekatkan diri kepada Tuhan semesta alam, yakni Allah SWT dan disertai dengan keridhoan atas segala ketetapan-Nya.

 Itulah mungkin hakikat dari kebahagiaan hidup, bagaimana ketika kita sebagai manusia yang lemah ini mencoba untuk menyakini bahwa ketetapan Tuhan sudah sangat adil terhadap diri kita, jika itu yang kita yakini, masihkah ada alasan bagi seseorang untuk bersedih yang tak berdasar. Atau bahkan sebenarnya, justru karena kasih sayang-NYA lah kita masih mendapatkan kesempatan hidup, karena jika kita menuntut keadilan-NYA, kita khawatir akan dosa-dosa kita yang mungkin semestinya dibalas dengan balasan yang  sangat setimpal, sungguh kita berlindung kepada Allah SWT dari hal-hal buruk yang kadang melanda alam pikiran kita itu.  Wallahu a’lam.

Selebihnya kita ini hanya manusia biasa, terlebih saya yang masih berada dalam proses belajar, apa yang saya alami dan yang  juga saya pelajari semoga bisa bahan pembelajaran bagi kita semua, dan hanya kepada Allah SWT kita memohon ampun atas segala kesalahan dan kehilafan yang kita perbuat. Aamiin..

Kelapa dua – Depok, 29 mei 2012

source picture:

Categories: catatan perjalanan hidup | Tags: , | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Rehat Sejenak

  1. Bersedekah, atau berbagi, atau mencoba menjadi insan yang bermanfaat bagi orang lain. Itulah telaga dari keduniawian yang menggelisahkan…🙂

    Satu lagi yang kudapat dari sini, bersyukur…
    Makasih ya..🙂

silakan tuliskan komentar pada kolom dibawah ini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: