Mulianya Cinta Seorang Ibu

Dalam dinginnya malam, kau masih setia merangkulku..

Mengelus-ngelus rambutku dengan kelembutan kasih..

Nyaringnya tangisanku kala itu, justru membuatmu tersenyum..

Kau tiada kenal letih mengurusiku yang masih kecil belia..

Di alam dunia ini, kau bagaikan malaikat, tak tergantikan..

Tetap menjaga, melindungiku walau dalam sepahit-pahitnya keadaan..

Kau tiada duanya dalam semesta ini..duhai Ibuku..yang teramat baiknya..

Semoga kesejahteraan selalu menyertaimu.. Aamiin..”

 

Kita sadari begitu mulianya cinta kasih seorang Ibu kepada anaknya, beliau yang tiada sedikitpun mengharapkan balas jasa anaknya, padahal jika anaknya tersebut membalas kebaikan seorang Ibu walau dengan kebaikan seluas lautanpun, tetap tak akan mampu menebus kebaikan jasa mulia seorang Ibu. Semoga kita bisa memberikan sesuatu yang maksimal kepada Ibu kita, kedua orang tua kita, agar beliau senang dengan apa yang kita perjuangkan, agar beliau ridho kita menjadi anaknya yang bisa diandalkan. Aamiin.

Spr_23 (Citayam, 25 Des 2012)

Categories: catatan lepas septian | Tags: , | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Mulianya Cinta Seorang Ibu

  1. Kerinduanku pada ibuku saat membaca tulisannya…hmmmm, sejenak merenung ke masa kecilku bersama ibu…menangisku

  2. jadi inget ama emak ane nih hehe… keep post kaka😀

silakan tuliskan komentar pada kolom dibawah ini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: