ekonomi – (perilaku konsumen)

tulisan yang berkenaan dengan perilaku konsumen

Mencari Strategi untuk Mengubah Sikap Konsumen

Kontribusi oleh : Septian Prima Rusbariandi / 11208153 / Departemen Manajemen
Dari tema : Fungsi sikap dan pengaruhnya terhadap konsumen

Mencari Strategi untuk Mengubah Sikap Konsumen

Dalam dunia bisnis membuat suatu keputusan yang akurat bukanlah hal yang mudah, karenanya memang sangat diperlukan perhitungan-perhitungan yang matang sebelum keputusan tersebut ditentukan. Berkaitan dengan perilaku konsumen dalam dunia pemasaran, keputusan membeli atau tidak membeli merupakan konsekuensi dari sikap seseorang. Perlu kita pahami bahwa sikap merupakan penIlaian relatif seseorang mengenai suatu obyek atau pemikiran tertentu secara konsisten.

Kendatipun dapat dipengaruhi oleh faktor luar, seperti faktor lingkungan, sikap termasuk penilaian yang sangat subyektif. Sikap seseorang akan membentuk perilaku (menerima atau menolak) yang sering kali sulit diubah. Walau demikian, pemasar perlu meakukan usaha membentuk sikap konsumen agar tidak menolak produk maupun perusahaan. Penelitian dengan pengukuran indeks sikap merupakan langkah untuk memahami sikap masyarakat.

Menjadi kewajiban bagi pemasar untuk bisa setidaknya mempengaruhi sikap konsumen, yang tentunya pula dengan cara-cara yang sportif lagi halal, bukan dengan cara yang tidak sportif (curang). Seperti misalnya si pemasar/penjual mencoba menganalisis (riset) kondisi dan situasi pasar, apa yang sebenarnya di cari dan di minati oleh konsumen, hal-hal apa saja yang mampu menarik perhatian konsumen. Dari beberapa pertanyaan tersebut, secara otomatis nantinya kita akan berfikir lebih lanjut dengan mengambil tindakan-tindakan yang kreatif guna mengembangkan maupun mengevaluasi kinerja pemasaran yang telah dilakukan sebelumnya. Contohnya misalkan, si pemasar mencoba memberikan kuesioner kepada konsumen mengenai pelayanan yang telah diberikan, dari situ kedepannya akan dapat diketahui apa sebenarnya yang menjadi kelemahan dan kelebihan dari si pemasar. Atau mungkin langsung melakukan strategi terhadap penjualan produk misalnya, dengan mengadakan discout (potongan harga), pemberian bonus untuk konsumen yang membeli dalam jumlah banyak, jelas hal seperti ini yang dilakukan si pemasar, maka  setidaknya sikap konsumen dapat berubah dengan strategi-strategi pemasaran yang telah diterapkan.

Referensi :       Budiarto, Teguh. Dasar Pemasaran-seri diktat kuliah. Penerbit Gunadarma, Jakarta : 1993

Iklan
Categories: ekonomi - (perilaku konsumen) | Tag: , | Tinggalkan komentar

Mengefektifkan Segmentasi Pasar

Kontribusi oleh : Septian Prima Rusbariandi / 11208153 / Departemen Manajemen
Dari tema : Syarat-syarat segmentasi yang efektif

Mengefektifkan Segmentasi Pasar

Belakangan ini seiring dengan persaingan bisnis yang semakin ketat ditambah lagi dengan mencuatnya berbagai inovasi baru, strategi pemasaran untuk melakukan apa yang disebut sebagai segmentasi pasar menjadi sangat diperlukan. Sebelum lebih jauh membahas mengenai Segmentasi Pasar, kiranya perlu kita pahami terlebih dahulu definisi segmentasi pasar itu sendiri, segementasi pasar merupakan proses membagi-bagi pasar yang semula berperilaku hererigen menjadi beberapa kelompok pasar yang sekarang berperilaku lebih seragam. Atau proses mengelompokkan bagian-bagian pasar yang berperilaku sama dari keseluruhan perilaku pasar yang beragam dengan tujuan untuk memperoleh bagian pasar yang mempunyai karakter dan perilaku yang lebih seragam.  Pada pelaksanaannya, segmentasi pasar dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti aspek geografis, demografis, psikografis, maupun kebiasaan.

Contoh penerapan segmentasi pasar bisa kita temukan di pusat-pusat perbelanjaan masyarakat, seperti di depok misalnya ada ITC Depok dan Depok Town Square yang mengelompokkan bagian-bagian pasar yang seragam di suatu lantai tertentu pada pusat perbelanjaan. Kios-kios handphone beserta asesorisnya atau mungkin kios pakaian keluarga dapat dengan mudah kita temukan hanya dengan mendatangi salah satu lantai yang menjadi tempat berkumpulnya para kios-kios dalam pusat perbelanjaan tersebut. Secara implisit jelas dengan adanya proses segmentasi pasar dapat memudahkan para konsumen dalam mendapatkan apa yang dicari. Terlebih pada pasar yang telah tersegmentasi ini, pkonsumen telah mengetahui informasi sempurna mengenai pasar, dan juga diantara penjual tidak dapat memasang  harga yang berlebih karena dikhawatirkan konsumen akan justru beralih ke penjual lainnya, pengingat penjual pada pasar yang tersegmentasi ini terbilang cukup banyak.

Adapun kiranya juga perlu diperhatikan mengenai efektifitas dari proses segmentasi pasar itu sendiri. Dan berikut ialah beberapa kriteria efektifitas segmentasi pasar :

1. Dapat dijangkau (accessable) , segmen pasar yang sudah dibentuk atau direncanakan belum tentu semua dapat terjangkau konsumen atau dapat dilayani oleh para penjual.

2. Dapat diukur (measurable) , meskipun perilaku bagian-bagian pasar adalah heterogen, tetapi dalam kenyataannya sulit untuk melakukan pengukuran perbedaan-perbedaan tersebut.

3. Memberikan Keuntungan (profitable) , segmen-segmen yang dibentuk seharusnya dapat memberikan peluang keuntungan dari berbagai usaha yang dijalaninya, sehingga agar kelak proses segmentasi ini dapat dikatakan bermanfaat.

Referensi :       Budiarto, Teguh. Dasar Pemasaran-seri diktat kuliah. Penerbit Gunadarma, Jakarta : 1993

Categories: ekonomi - (perilaku konsumen) | Tag: | Tinggalkan komentar

Telusuri Sebab Munculnya Motivasi Konsumen

Kontribusi oleh : Septian Prima Rusbariandi / 11208153 / Departemen Manajemen
Dari tema : Konsep dan proses motivasi serta pengaruhnya terhadap perilaku konsumen

Telusuri Sebab Munculnya Motivasi Konsumen

Motivasi merupakan sebuah dorongan internal untuk melakukan tindakan sesuatu sebagai usaha pemenuhan kebutuhan (needs). Kendati demikian sering pula kita temui motivasi yang timbul dari diri kita berasal dari faktor-faktor eksternal yang kemudian faktor tersebut diolah menjadi sebuah perilaku seseorang. Berbicara mengenai konsep motivasi, paling tidak ada 2 konsep atau teori motivasi yang cukup sering kita dengar, yaitu Teori Motivasi Kebutuhan Maslow dan Teori Motivasi Dua-faktor Herzberg.

Secara garis besarnya Teori Maslow beranggapan bahwa munculnya motivasi seseorang adalah usaha yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pribadi yang bertingkat-tingkat (yakni kebutuhan fisik, keamanan, sosialisasi, penghargaan dan jati-diri). Pemenuhan kebutuhan tersebut dilakukan secara berurut maksudnya bertingkat mulai dari kebutuhan yang paling bawah menuju ke kebutuhan yang paling atas. Sedangkan untuk Teori Herberg dikatakan bahwa motivasi seseorang melakukan kegiatan atay tindakan usaha untuk mencapai tingkat kepuasan (faktor motivasi) dan atau untuk menekan rasa ketidakpuasan (faktor hijienik).

Berhubungan dengan perilaku konsumen dalam menumbuhkan rasa motivasi, salah satu contoh yang dapat kita ambil ialah mengenai seorang remaja yang ingin membeli sepatu futsal dengan kualitas yang diinginkannya. Ketika ada keinginan yang muncul dalam benak remaja tersebut, kita cermati ada motivasi yang timbul dalam diri remaja tersebut. Dari sisi motivasi Maslow ada beberapa kemungkinan motivasi yang menyelimuti remaja tersebut, apakah ingin mendapatkan penghargaan dari rekan-rekannya dengan membeli sepatu bermutu bagus, atau mungkin ingin menunjukkan jati dirinya sebagai pemain futsal yang handal dengan ia menggunakan sepatu barunya nanti. Dan dari sisi motivasi Herzberg, boleh jadi keinginan ia membeli sepatu futsal yang baru sebagai sarana untuk mendapatkan kepuasan baru atau untuk menghilangkan rasa ketidakpuasan terhadap sepatu lama yang biasa dipakainya.

Referensi :       Budiarto, Teguh. Dasar Pemasaran-seri diktat kuliah. Penerbit Gunadarma, Jakarta : 1993

Categories: ekonomi - (perilaku konsumen) | Tag: | Tinggalkan komentar

Menimbangkan Persepsi Konsumen Dengan Isyarat Informasi

Kontribusi oleh : Septian Prima Rusbariandi / 11208153 / Departemen Manajemen

Dari tema : Proses Persepsi Konsumen

Menimbangkan Persepsi Konsumen Dengan Isyarat Informasi

Para konsumen sering menilai kualitas suatu produk atau jasa berdasarkan berbagai macam isyarat informasi, beberapa diantaranya intrinsik terhadap produk (seperti, warna, ukuran, rasa, aroma), sedangkan yang lain bersifat ekstrinsik (misalnya, harga, citra toko, citra merk, lingkungan jasa). Dalam keadaan tidak adanya pengalaman langsung atau informasi lain, para konsumen sering mengandalkan harga sebagai indikator kualitas.

Skala SERVQUAL, dirancang untuk mengukur kesenjangan harga antara harapan pelanggan mengenai pelayanan dan persepsi konsumen mengenai pelayanan yang diberikan, yang didasarkan pada lima dimensi berikut ini:

  1. Nyata, penampilan fasilitas fisik, peralatan, personalia, dan alat-alat komunikasi.
  2. Reliabilitas, kemampuan menyelenggarakan pelayanan yang dijanjikan, yang bisa diandalkan dan akurat.
  3. Daya tangkap, kesediaan untuk membantu pelanggan dan memberikan pelayanan yang cepat.
  4. Jaminan, pengetahuan dan sopan santun karyawan dan kemampuan mereka untuk menimbulkan kepercayaan dan keyakinan.
  5. Empati, kepedulian dan perhatian perorangan yang diberikan perusahaan kepada pelanggan. Baca lebih lanjut
Categories: ekonomi - (perilaku konsumen) | Tag: , | 2 Komentar

Penyesuaian Diri Terhadap Perkembangan Zaman Dengan Berhemat

Tema : Model Perilaku Konsumen
Judul : Penyesuaian Diri Terhadap Perkembangan Zaman Dengan Berhemat
Oleh :
Septian Prima Rusbariandi
Fakultas Ekonomi, Departemen Manajemen


 

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mengalami peningkatan seiring dengan berkembangnya zaman. Segala kebutuhan manusia menjadi sesuatu yang harus terpenuhi ditengah kelangkaan maupun keterbatasan yang semakin menganga. Dengan keterbatasan ini konsumen jelas akan memutar otak untuk bagaimana sedapatnya kebutuhan yang langka itu menjadi tetap bisa terpenuhi. Setiap konsumen pasti mempunyai cara tersendiri dalam menyikapi segenap problematika yang ada. Mereka mengekspresikan perilakunya dalam cara yang dia yakini benar dan bermanfaat baginya. Perilaku-perilaku tersebut dapat pula dijelaskan melalui model analisa yang mampu memberikan gambaran secara garis besarnya.

Suatu keputusan pembelian konsumen untuk membeli atau tidak membeli merupakan respon dari perilaku atas stimulan yang diterima konsumen. Model yang mendasarkan pada arus proses perilaku konsuemen ini sering dikenal sebagai model rangsangan-tanggapan (stimulus-respons model).* Baca lebih lanjut

Categories: ekonomi - (perilaku konsumen) | Tag: , | Tinggalkan komentar

Mengetahui Pentingnya Peranan Dalam Mempengaruhi Keputusan Konsumen

Tema : Peranan Dalam Mengambil Keputusan

Judul : Mengetahui Pentingnya Peranan Dalam Mempengaruhi Keputusan Konsumen

Oleh :

Septian Prima Rusbariandi

Fakultas Ekonomi, Departemen Manajemen


Tingkat pengaruh yang ditimbulkan akibat sebuah peranan terhadap keputusan pembelian kita sadari mempunyai dampak yang cukup signifikan. Dengan peranan yang ada tersebut, seorang konsumen akan dapat terbantu untuk menentukan apa yang menjadi pilihannya. Dan pada saat proses pembelianlah, sebuah peranan jelas akan dibutuhkan oleh konsumen, baik itu secara langsung maupun tidak. Berikut ialah Jenis-jenis peranan dalam proses pembelian yang dilakukan konsumen*: 1. Initiator (Pemberikan gagasan untuk mengambil keputusan pembelian  konsumen) 2. Influencer (orang yang berusaha memberikan dorongan atau ajakan terhadap gagasan yang telah ada) 3. Decider (orang yang mengambil keputusan dalam pembelian) 4. Purchaser (orang yang melaksanakan keputusan pembelian) 5. User (Pengguna dari barang yang telah dibeli).

Kelima hal tersebut dapat dilakukan oleh beberapa orang atau bahkan dapat dilakukan sendiri oleh orang yang bersangkutan. Bila kelima peranan tersebut dilakukan oleh beberapa orang, maka diantaranya ada pihak-pihak yang sangat berpengaruh berperan terhadap proses pengambilan keputusan konsumen. Sebut saja influencer dan initiator, 2 peranan ini menjadi tonggak awal seorang konsumen menetapkan keputusan pembeliannya, dengan kata lain sangat menentukan kelancaran dari proses pembelian. Seperti misalnya kita ambil contoh ada seorang mahasiswa yang ingin membeli laptop baru guna mendukung perkuliahannya. Baca lebih lanjut

Categories: ekonomi - (perilaku konsumen) | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Temukan keuntungan Optimum dengan Segmentasi Pasar

Tema : Mensegmen Pasar Bisnis
Judul : Temukan keuntungan Optimum dengan Segmentasi Pasar
Oleh :
Septian Prima Rusbariandi
Fakultas Ekonomi, Departemen Manajemen

Market Segmentation atau sering dikenal dengan segmentasi pasar cukup sering kita temukan dalam dunia bisnis ataupun perdagangan. Dimana pasar-pasar terbentuk karena inisiatif untuk membentuk suatu kebersamaan dalam hal karakter maupun perilaku. Sebelum lebih jauh membahas segmentasi pasar, perlu kita ketahui bahwa definisi segmentasi pasar itu sendiri merupakan proses membagi-bagi pasar yang semula berperilaku heterogen menjadi beberapa kelompok pasar yang sekarang berperilaku lebih homogen (seragam). Atau dapat dikatakan pula sebagai proses mengkelompokkan bagian-bagian pasar yang berperilaku sama dari keseluruhan perilaku pasar yang beragam. Untuk halnya basis-basis segmentasi dalam pasar konsumen yang dapat digunakan mencakup aspek Geografis (wilayah), Demografis (jenis kelamin, usia, pendapatan, pendidikan), Psikologi (sikap, motivsi, persepsi), dan Kebiasaan (membeli, pola mengkonsumsi). Salah satu contoh yang dapat kita petik ialah pasar alat komunikasi berupa handphone (telepon genggam) di ITC Roxy Mas.
Bersumber dari id.wikipedia.org , ITC Roxy Mas merupakan pusat penjualan Telepon genggam yang terbesar di Jakarta, Indonesia Bangunan ini terletak di kawasan Jakarta Pusat yang terkenal dengan kemacetannya. Segala macam hal yang berhubungan dengan telepon genggam dapat ditemui di ITC Roxy Mas. Mulai dari pesawat telepon genggam itu sendiri, aksesoris macam casing, tali, baterai, charger, screen protector, handsfree dan lain-lain dapat ditemui di tempat ini. Perilaku pasar yang terbentuk pada ITC Roxy mas ini jelas menggambarkan terjadinya suatu proses segmentasi pasar, karena di pasar ini terdapat suatu perilaku dan karakter yang sangat seragam dalam menjalankan ritual bisnisnya. Dengan terbentuknya keseragaman pasar ini, konsumen pada nantinya akan merasa sangat diuntungkan karena beberapa alasan yang mendukungnya, pertama dalam hal pilihan, konsumen dapat lebih leluasa menentukan pilihan diantara banyak pilihan yang ditawarkan. Kedua dalam hal wilayah atau jarak, konsumen tak perlu mengeluarkan ongkos transportasi yang berlipat karena semua penjual sejenis telah berkumpul di tempat yang sama. Dan ketiga dalam hal kepentingan, konsumen dapat menemukan apa yang diinginkannya sesuai produk-produk yang ditawarkan.
Bagi pihak penjual, keutungan yang dapat diperoleh ialah mampu meraup pangsa konsumen dalam jumlah yang relatif lebih banyak bila dibanding dengan membuka usaha toko pribadi, karena dengan berkumpulnya sejumlah toko yang seragam dalam suatu pasar, maka besar kemungkinan pasar tersebut akan lebih dikenal oleh pihak konsumen atau masyarakat pembeli. Namun, harus pula kita amati bahwa terdapat pula kerugian yang mungkin akan diperoleh bagi konsumen yang kurang teliti terhadap pasar yang telah tersegmentasi ini. Contoh bentuk kerugiannya adalah harga-harga produk yang ditawarkan cenderung sama diantara para penjual, dengan kata lain rentan terjadi monopoli harga, sebab di pasar yang homogen seperti ini persaingan jelas akan menjadi sangat ketat, maka dari itu sangat dibutuhkan ketelitian dan kesabaran bagi para konsumen untuk melakukan pemilihan dan negosiasi yang tepat guna mendapatkan kepuasan sebagai konsumen.

Referensi :
* Budiarto, Teguh (1993). Seri Diktat Kuliah Dasar Pemasaran. Jakarta: Penerbit Gunadarma.
http://id.wikipedia.org/wiki/ITC_Roxy_Mas

Categories: ekonomi - (perilaku konsumen) | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Bersikap Profesional dalam Menentukan Keputusan Pembelian

Tema : Pembuatan Keputusan Konsumen

Judul : Bersikap Profesional dalam Menentukan Keputusan Pembelian

Oleh :

Septian Prima Rusbariandi

Fakultas Ekonomi, Departemen Manajemen



 

Manusia sering sekali dihadapi dengan berbagai macam pilihan, dimana mereka diharuskan memilih satu pilihan yang dianggapnya terbaik diantara beberapa alternatif yang ada. Dalam halnya proses pemilihan tersebut, pastinya mereka akan berhadapan dengan suatu moment yang mewajibkan mereka mengambil keputusan. Khusus untuk pengambilan keputusan oleh konsumen terhadap barang atau jasa yang akan dibeli, ada beberapa tahapan yang harus diketahui konsumen agar mereka mampu bersikap profesional, adapun proses pembuatan keputusan konsumen (untuk membeli atau tidak membeli) tersebut ialah mencakup : 1. Perumusan masalah, 2. Pengumpulan informasi, 3. Pengembangan dan penilaian alternatif, 4. Penentuan alternatif terbaik dan 5. Kegiatan setelah keputusan diambil. *(Teguh Budiarto, 1993, hal 33).

Contoh yang dapat kita ambil adalah seperti seorang kakek yang ingin membeli susu untuk menjaga kesehatan tulangnya. Namun sebelum kakek tersebut berfikir untuk ingin membeli susu, tentunya ada suatu penyebab (masalah) yang mungkin menghampirinya sehingga timbul keinginan pada kekek itu untuk membeli susu. Dalam contoh kali ini kita akan coba Baca lebih lanjut

Categories: ekonomi - (perilaku konsumen) | Tag: , | Tinggalkan komentar

Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

By Muhammad Baitul Alim

Tujuan dari pemasaran adalah untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan secara lebih baik dari pada pesaing. Perilaku konsumen merupakan studi tentang cara individu, kelompok, organisasi dalam menyeleksi, membeli, menggunakan, dan mendisposisikan barang, jasa, gagasan, atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka.

Studi konsumen memberikan petunjuk untuk memperbaiki dan memperkenalkan produk atau jasa, menetapkan harga, perencanaan saluran, menyusun pesan, dan mengembangkan kegiatan pemasaran lain termasuk dalam mengetahui perilaku konsumen.

Pemasar harus sepenuhnya memahami teori maupun realitas perilaku konsumen, mencakup beberapa fakta penting tentang konsumen dan tren konsumen masa depan, seperti PT. Toyota-Astra Motor dengan mulai menganalisa pasar dengan perencanaan tren mobil keluarga ideal terbaik Indonesia.

Perilaku pembelian konsumen sebenarnya di pengaruhi oleh faktor-faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Sedangkan faktor yang paling berpengaruh dan paling luas dan paling dalam adalah faktor budaya. Baca lebih lanjut

Categories: ekonomi - (perilaku konsumen) | Tag: | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.