Baik Sangka Akan Kelembutan dan Kasih Sayang-Nya

Baik Sangka Akan Kelembutan dan Kasih Sayang-Nya

Berawal dari message kiriman ibu Mirah Mustika yang saya baca dari group bbm, saya temukan kalimat-kalimat indah sebagai motivasi kehidupan bagi kita umat manusia yang diungkapkan dengan gaya bahasa “computer”. Berikut ini saya posting kembali melalui blog kalimat-kalimat indah itu.

 

“Saat menciptakanmu, Allah SWT tidak pernah COPY-PASTE … Dia buat SETTINGS hidupmu indah …, Dia pilih MINIMIZE kelemahan dan MAXIMIZE kelebihanmu …

Semua yang baik, Dia INSERT ke dalam hidupmu, DELETE semua kesalahanmu dan SAVE masa depanmu, Dia akan selalu membawamu NEXT tanpa BACK dalam masa lalu … Bahkan SKIP saat kecelakaan akan menimpamu …

Saat kau perlu, Dia menyediakan HELP untuk QUIT dari masalahmu … Dia selalu setia menunggu hatimu OPEN dan siap untuk Dia EDIT …

Dia tak akan mau EXIT dari hidupmu, sebab kamulah FILE berharga sebagai PRINT kasih-NYA … Dia CLOSE kesulitanmu dan memberikan OPTION bagi kehidupmu”

 

Semoga kita mampu untuk tetap berprasangka baik (Khusnuzon) 🙂

Aamiin

Malam – 1 Ramadhan 1433H ..

Salam .. (spr_23)


Categories: islam | Tag: | Tinggalkan komentar

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1433 H

Mohon maaf lahir batin atas segala salah dan khilaf yang saya perbuat, baik yang langsung maupun tidak langsung, baik sengaja maupun yang tidak.

“selamat menunaikan ibadah Puasa Ramadhan 1433 H bagi segenap umat  muslim”..

semoga amal ibadah kita kelak diterima oleh اَللّهُ  SWT..

Marhaban ya RAMADHAN

*septian & family*

 

sumber gambar :

https://septian99.files.wordpress.com/2010/08/puasa-selamat-300×262.jpg?w=300

 

Categories: Uncategorized | 2 Komentar

Isa ‘alaihis salam Vs Iblis

Iblis pernah datang menemui Isa ‘alaihissalam.

Dengan pongah, si Iblis berkata, “Eh Isa! Bukankah engkau yakin, bahwa segala yang tidak ditakdirkan oleh Allah, tidak akan menimpamu?”

“Ya,” jawab Isa.

“Kalau begitu, coba engkau terjun dari atas gunung ini. Kalau Allah menakdirkan selamat, pasti engkau akan selamat.” Ujar si Iblis.

Dengan tenang, Isa menjawab, “Hai makhluk laknat! Sesungguhnya Allah itu berhak menguji para hamba-Nya, tapi seorang hamba, tidak punya hak untuk menguji Allah!” [Lihat kitab al-Adzkiyaa hal.11]

Sumber: Buku “Humor Salafi”

url : http://kisahislam.net/2011/06/07/isa-alaihis-salam-vs-iblis/

Categories: islam | Tag: | 3 Komentar

Sebuah Pembelajaran (dari sebuah hambatan bertemu Ular Hitam)

Sebuah Pembelajaran (dari sebuah hambatan bertemu Ular Hitam)

Pagi itu jam menunjukkan +- pukul 4:40 pagi, aku terbangun kawan masih dalam keadaan mata yang mengantuk dan di iringi dengan kondisi badan yang kurang terasa bertenaga. Aku segera mengambil gelas, untuk meminum beberapa teguk air putih. Dan lantunan suara azan subuh kala itu seolah menggertakkan langkah kaki ku untuk segera bergegas menuju mushola untuk melakukan sholat subuh berjamaah. Ku paksakan untuk mengambil air wudhu sedari rumah, untuk kemudian barulah aku berangkat menuju mushola yang letaknya lebih rendah yakni di bawah pemukiman tempat tinggal ku berada.

Untuk menuju ke mushola aku harus menyusuri gang yang ada di samping rumah ku, suasana pagi itu cukup terang, karena hampir di pinggiran gang sudah terpenuhi dengan rumah-rumah baru yang dihuni oleh oleh orang-orang pendatang, kecuali ketika akan mendekati mushola, jalan gangnya berupa gundakan, dan di pinggir gangnya pun sebagian terisi dengan rumah-rumah warga, sebagian pinggirnya lagi masih merupakan perkebunan singkong yang bentuk datarannya miring dan cukup luas.

Biasanya suasana pagi itu cukup tenang lagi sejuk, tak ada halangan berarti bagi ku untuk menuju mushola, walau keadaannya agak gelap dan lengang, seperti tak ada kehidupan. Tak jarang pula di pagi subuh itu aku temukan para bapak-bapak atau pemuda yang sangat awal bergegas untuk berangkat mencari nafkah kehidupan. Dan pagi waktu subuh itu aku mengalami kejadian yang tidak seperti biasanya kawan, perjalanan di sepanjang gang mushola aku lewati dengan suasana nyaman lagi tenang, namun belum sampai aku menginjakkan kaki di mushola, sekitar berjarak -+ 3 meter aku melihat ‘tepat’ di depan pintu mushola ada seekor Ular Hitam yang sedang berkelat-kelit.

Awalnya aku lihat ular itu naik dari pinggir ubin (lantai) tempat para jamaah menempatkan sandalnya, sampai kemudian ular itu menjalar ke ubin dekat pintu mushola, aku lihat ular itu seperti kebingungan, ular itu berkelat-kelit di tempat, besarnya sebesar jari kelingking orang dewasa, geraknya lincah dan panjangnya sekitar 30-40cm dan jujur saja hal itu sempat membuat ku panik, “Astagfirullah..” ucap ku. Saat itu diri ku bingung harus berbuat apa, apakah harus membunuh ular itu langsung, atau berteriak, namun jika aku berteriak aku lihat di dalam mushola para jamaah sedang solat sunah sebelum (qobliah) subuh dengan khusuk, aku khawatir jika aku gegabah akan mengganggu kekhusuaan sholat para jamaah mushola kala itu.

Masih dalam jarak sekitar 3 meter, aku khawatir lama-lama ku perhatikan ular itu seperti ingin menghampiri ku, akhirnya aku memutuskan untuk bergerak mundur beberapa langkah, dengan tetap terus mencoba berdoa, berzikir, sambil menunggu para jamaah subuh yang mungkin akan berdatangan.. Dan perlahan ular hitam itu mulai bergerak merangsek keluar dari ubin tepat di depan pintu mushola, ku perhatikan ular itu menjalar, menelusup ke dalam tumpukan dedauan yang ada di halaman mushola, ‘seolah ular itu memberi ku jalan untuk masuk ke dalam mushola’, tanpa ambil pusing, karena dia tidak mengganggu ku, aku pun langsung saja berjalan dengan penuh kehati-hatian menuju mushola, dan Alhamdulillah.., nyatanya Allah Swt. masih melindungi ku, mengizinkan aku untuk sholat subuh berjamaah, akhirnya aku pun dapat masuk ke mushola serta melaksanakan sholat subuh dengan aman.

Sesaat setelah aku masuk ke dalam mushola, datangkah dua orang bapak-bapak yang juga baru tiba di mushola, ku perhatikan mereka masuk dengan keadaan tenang, artinya kedua bapak tersebut tidak menemui hal yang sama dengan yang aku alami sebelumnya.

Seusainya sholat berjamaah, dan ketika ingin memutuskan pulang ke rumah, aku pulang seorang diri melewati halaman mushola tempat ular hitam tadi bersembunyi. Aku memang tidak sempat menceritakan peristiwa yang ku alami sebelumnya kepada para jamaah sekalian karena aku hendak pulang lebih awal, sedangkan jamaah lain masih khusuk melaksanakan zikir seusainya sholat subuh. Sebelum melangkahkan kaki untuk menuju pulang, terlintas di pikiran ku akan bertemu lagi dengan ular hitam tadi, namun aku mencoba berprasangka baik, aku yakin Allah Swt. akan senantiasa melindungi hamba-hambanya yang berada di atas kebenaran, sekiranya kalau pun aku harus tergigit ular karena Allah Swt. menghendaki demikian, maka aku hanya bisa pasrah, aku tak lebih dari hambanya yang ingin hidup menjalani hidup ini lebih baik, aku hanya mampu memasrahkan sepenuhnya kepada-Nya.

    Dengan memanjatkan doa untuk meminta perlindungan kepada Allah Swt. Aku pun mencoba pulang ke rumah dengan tetap tenang, sambil berzikir dalam perjalanan agar terlindung dari hal-hal yang tidak di inginkan. Sungguh tak biasanya aku berjalan pulang sedari mushola dengan perasaan was-was seperti saat itu, dengan tetap memasrahkan diri sambil terus mencoba yakin dengan perlindungan Allah Swt.


    Alhamdulillah.. Walhasil.., akhirnya aku pun dapat melangkahkan kaki pulang ke rumah dengan aman, tanpa halangan yang berarti.

    Dari kejadian ini banyak pembelajaran yang bisa aku petik, terkhusus bagi diri ku pribadi untuk lebih berintrospeksi diri. Aku paham, bahwa tidak selamanya kita menjalani kehidupan ini dengan mulus, dan lancar-lancar saja, seperti halnya ketika seorang bocah kecil yang sudah terampil bermain ice skating. Pada kenyataannya, kelak suatu ketika akan ada hambatan-hambatan yang kita temui tanpa kita duga sebelumnya, entah itu dari manusia, binatang, fenomena alam, atau mungkin makhluk gaib sekalipun.

Oleh karena, pembelajaran yang sangat penting untuk kita petik dari hal ini ialah kita sebagai hamba Allah Swt. adalah sepantasnya, dan semestinya selalu memohon perlindungan (berdoa) kepada-Nya bila kita ingin bergegas keluar rumah untuk melakukan perjalanan apapun, agar kelak kita terlindungi dari segala marabahaya yang mungkin bakal menimpa kita. Karena sungguh memang Allah SWT adalah penguasa (Raja) langit dan bumi beserta isinya, hanya kepada-Nya lah kita memohon perlindungan, memohon ampun atas kesalahan-kesalahan kita, dan memasrahkan diri hanya kepada-Nya. Akhir kata, semoga kisah nyata yang saya tuliskan ini adalah dapat memberikan pembelajaran positif bagi kita semua, terkhusus bagi saya pribadi. Ya Allah, perbaikilah segala amalan kami, ampunilah kami dan Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan makhluk-makhluk ciptaan-Mu. Aamiin..

Salam..

Septian Prima Rusbariandi

Citayam, 14&16 Juni 2012

Categories: catatan perjalanan hidup | 3 Komentar

Hakikat Kesadaran

Hakikat Kesadaran

Kelak suatu saat nanti

Akan ada peristiwa dahsyat

Dimana semua manusia akan diadili

Tentang kehidupannya di dunia

Dan itu adalah sebuah kepastian

Dan pasti benar-benar akan terjadi

 

Belum sampai aku berada pada peristiwa itu

Diriku ini sudah merasa malu lagi takut

Ketika kelak diri ini berhadapan dengan Rabb ku

Ketika kelak semua catatan kehidupan akan dibagikan

Dan sungguh aku tak sanggup membaca catatan itu

Alangkah malunya diri ini dihadapan Rabb Yang Maha Suci

Ketika catatan itu penuh dengan dosa yang telah tertulis

Yang tak ada satupun perilaku kita yang tidak tercatat

Semua tercatat, tak ada yang terlewatkan walau sekejap mata

Dari hal yang paling terkecil atau yang tersekecil-kecilnya

Sampai hal yang besar, yang mungkin kita pun masih mengingatnya

 

Namun Alhamdulillah sampai saat ini kita masih punya kesempatan

Kesempatan yang terbuka lebar sahabatku

Untuk setidaknya menjadikan catatan itu terisi dengan amalan baik

Amalan yang kita sendiri yang akan merasakan manfaatnya kelak

Jika demikian alangkah pentingnya sebuah kesadaran hakiki

Agar kita senantiasa tersadar maksud sebenarnya dari kehidupan ini

Kehidupan yang merupakan salah wujud kasih sayang-Nya

Kepada para makhluk-makhluknya

yang akan hidup, sedang hidup atau telah hidup di dunia ini

Ya Allah, Wahai Rabb Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

berilah hamba ini pertolongan dan petunjuk-Mu

Agar selalu tersadar akan maksud sesungguhnya dari kehidupan ini

dan janganlah Engkau biarkan hamba terpelosok ke dalam kesesatan

serta bimbinglah hamba untuk selalu berada dalam naungan Rahmat-Mu

Aamiin

 

Citayam, 08 – juni – 2012

‘Pagi hari saat matahari mulai terbit dari ufuk timur’

 


 

Categories: islam | Tinggalkan komentar

Building Business with Entrepreneurship

 

Building Business with Entrepreneurship

By : Septian Prima Rusbariandi

 

Business is important part of human life. With a business, the human can doing transaction for mutually to get their demands, so that will attain a advantage for performer business transaction, whether it’s traders, businessman or consumers.

Business activity can be found anywhere, starting from the smallest business to the large business. Every person starting a business in a way different, there are started its business with small capital but there also started its business with a very large capital. One’s aim in business there are miscellaneous, there persons did business for fill their needs, did business for open jobs, did business to enjoying their hobbies, or did business for help much people in order to get what people or consumer needed.

Talk about the business would also be associated with entrepreneurship. Baca lebih lanjut

Categories: pelajaran bahasa inggris | Tinggalkan komentar

Rehat Sejenak

Pagi itu masih di sekitar taman sederhana di areal kampus, aku lihat tetesan air jatuh berirama membasahi bebatuan, entah kawan.. air itu berasal dari mana, tapi satu hal yang pasti keberadaan tetesan air pagi itu yang juga bersamaan dengan sinar matahari pagi dalam pendengaran yang hening begitu mensejukkan suasana perasaan ini di pagi itu. 🙂

Sungguh beruntung bila kita cermati ada orang-orang yang jiwanya merasa tentram, tenang tiada diterpa kegalauan sedikitpun. Mengapa kita sebut beruntung? Karena di zaman modern seperti sekarang ini, betapa banyak orang-orang yang hartanya berimpah ruah, kesehatannya begitu fit, suasana alam sekitar yang sangat mempesona namun hal itu tidak kunjung bisa membuat jiwanya tenang. Begitulah kawan, kita sadari secara mendalam bahwa ketenangan jiwa tidak seratus persen dapat diraih oleh hal-hal keduniawian. Kita pahami atau tidak, ada unsur selain keduniawian yang menjadi obat ampuh lagi mujarab untuk mengobati hati yang teramat gelisah, melenyapkan perasaan duka yang tiada bermanfaat. Dan salah satu unsur atau obat tersebut ialah mendekatkan diri kepada Tuhan semesta alam, yakni Allah SWT dan disertai dengan keridhoan atas segala ketetapan-Nya.

 Itulah mungkin hakikat dari kebahagiaan hidup, bagaimana ketika kita sebagai manusia yang lemah ini mencoba untuk menyakini bahwa ketetapan Tuhan sudah sangat adil terhadap diri kita, jika itu yang kita yakini, masihkah ada alasan bagi seseorang untuk bersedih yang tak berdasar. Atau bahkan sebenarnya, justru karena kasih sayang-NYA lah kita masih mendapatkan kesempatan hidup, karena jika kita menuntut keadilan-NYA, kita khawatir akan dosa-dosa kita yang mungkin semestinya dibalas dengan balasan yang  sangat setimpal, sungguh kita berlindung kepada Allah SWT dari hal-hal buruk yang kadang melanda alam pikiran kita itu.  Wallahu a’lam.

Selebihnya kita ini hanya manusia biasa, terlebih saya yang masih berada dalam proses belajar, apa yang saya alami dan yang  juga saya pelajari semoga bisa bahan pembelajaran bagi kita semua, dan hanya kepada Allah SWT kita memohon ampun atas segala kesalahan dan kehilafan yang kita perbuat. Aamiin..

Kelapa dua – Depok, 29 mei 2012

source picture:

Categories: catatan perjalanan hidup | Tag: , | 2 Komentar

Alangkah Tertipunya Kita

Bismillahirrahmaanirrahiim

Tidak jarang kita temukan dalam kehidupaan ini pandangan fatamorgana yang menipu. Kita katakan demikian, karena memang dari luar nampak pemandangan yang kita temukan  itu begitu indah, tanpa kita mengetahui bentuk/sifat asli yang sebenarnya.

Hingga akhirnya hati kita seolah terbakar, hanya karena tipuan pandangan yang tidak kita duga sebelumnya. Hingga akhirnya kita merasa rapuh, karena hati tak kuat lagi menahan kobaran api yang menyelimuti seluruh hati suci ini.

Jika kita tahu bahwa pada akhirnya pandangan yang menipu itu sangat berbahaya bagi hati kita. Maka mengapa mulai saat ini kita tidak mencoba teliti lebih mendalam, menganalisis terlebih dahulu secara rinci agar kemudian pandangan yang sesaat itu tidak serta merta kita jadikan satu-satunya patokan untuk menilai sebuah keindahan, ya kawan ku.. keindahan..

Bertahan pada posisi yang benar alangkah lebih mulia rasanya, ketimbang kita terbudaki oleh rayuan penuh kemunafikan yang mungkin saja telah siap untuk menghantarkan kita pada jurang kehancuran. Mari kawan, jangan sampai kita tertipu, jangan sampai kelak di kemudian hari kita baru menyesal sedangkan saat ini kita telah tersadar. Wallahu a’lam.

citayam, 16 mei 2012

Categories: catatan tentang 'perasaan ' | Tag: | Tinggalkan komentar

Belajar Bersikap SPORTIF

Bismillahirrahmaanirrahiim

Pagi ini alhamdulillah cuaca bisa dikatakan cukup cerah, walau sebenarnya matahari pagi belum menampakkan cahayannya, maklum karena yang terlihat di jam laptop saya pun masih sekitar pukul 05:17 wib pagi hari.

Kali ini ingin saya berbagi opini, tak jauh-jauh melainkan berkisar  seperti judul yang tertulis di atas. Tentang sportifitas kadang sering kali kita melupakan sikap mulia itu. Salah satu bagian dari sikap seorang juara yang semestinya tetap melekat walau mesti di timpa kekalahan yang paling menyakitkan sekalipun.

Nyatanya sikap sportifitas itu tidaklah hanya mesti digunakan ketika dalam arena pertandingan. Sebuah sportifitas sangatlah juga dibutuhkan dalam menyeimbangkan kisah kehidupan kita sehari-hari. Sebagai contoh misalnya, ketika kita sedang mengalami hal yang kita anggap sebagai kegagalan hidup atau mungkin keterpurukan hidup, mengapa sering kali pada kondisi demikian itu kita justu mencari-cari pihak-pihak yang akan kita salahkan, bukan justru kita menginstrospeksi diri kita seutuhnya. Baca lebih lanjut

Categories: catatan tentang opini pribadi | Tag: , | Tinggalkan komentar

Tetesan Embun Pagi Yang Menebarkan Kedamaian

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillah, Segala Puji Bagi ALLAH SWT, Tuhan seru sekalian alam. Karena limpahan Karunia dan Rahmat-Nya, sampai kini kita masih mampu bernapas, beraktivitas dalam perjalanan hidup di dunia ini.

Ketika kita melihat kebeningan tetesan-tetesan embun pagi yang menetes dari dedaunan hijau turun mengalir ke arah yang lebih rendah. Sungguh jika kita perhatikan, alangkah betapa bahagianya seorang jiwa manusia yang hatinya mampu bening, bersih seperti beningnya embun yang menetes di pagi hari.

Ada kalanya kita mesti belajar banyak dari alam, karena tanpa kita sadari, betapa banyak pembelajaran yang sebenarnya dapat kita peroleh dari kejadian-kejadian yang ada pada alam ini, seperti halnya embun pagi yang dia begitu bersinar, murni lagi bersih jauh dari kotoran-kotoran yang mungkin bakal menodainya.

Semoga, dari sekian banyak pembelajaran yang kita lihat dari fenomena alam itu, sekiranya kita mampu mengambil manfaat sebagai petunjuk sekaligus bekal perjalanan kita di dunia ini.

Selamat Pagi

citayam, 16-04-2012

Categories: catatan lepas septian | Tag: | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.